WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, 80 Orang Sudah Tewas Terjangkit

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Seorang laki-laki digendong keluar dari ambulans saat tiba di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia setelah dikonfirmasinya pandemi Ebola nan melibatkan strain Bundibugyo di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, 16 Mei 2026. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Seorang laki-laki diangkat keluar dari ambulans setibanya di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia di Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (16/5/2026). World Health Organization menetapkan pandemi Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat nan menjadi perhatian internasional setelah 80 kematian dikaitkan dengan penyakit tersebut. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Ambulans-ambulans terparkir di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia menyusul konfirmasi pandemi Ebola nan melibatkan strain Bundibugyo di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, 16 Mei 2026.

Wabah ini dipicu virus Bundibugyo, strain Ebola nan hingga sekarang belum mempunyai vaksin maupun terapi unik nan disetujui. WHO melaporkan hingga Sabtu terdapat delapan kasus terkonfirmasi laboratorium dan 246 kasus dugaan di provinsi Ituri, DRC. Kasus-kasus tersebut ditemukan di sejumlah area kesehatan, termasuk Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu. Satu kasus juga dikonfirmasi di Kota Goma, wilayah timur Kongo. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Orang-orang di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia setelah konfirmasi pandemi Ebola nan melibatkan strain Bundibugyo di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, 16 Mei 2026.

Di Uganda, dua kasus terkonfirmasi, termasuk satu kematian, dilaporkan di Kampala dari perseorangan nan melakukan perjalanan dari DRC. WHO memperingatkan pandemi ini berisiko tinggi menyebar ke negara-negara tetangga lantaran penularan lintas negara telah terdokumentasi. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Orang-orang melangkah di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia setelah konfirmasi pandemi Ebola nan melibatkan strain Bundibugyo di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, 16 Mei 2026.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengaktifkan pusat respons darurat untuk pandemi tersebut dan bakal menambah personel di DRC serta Uganda. Laporan media AS menyebut sedikitnya enam penduduk Amerika di DRC telah terpapar virus Ebola, dengan tiga di antaranya dikategorikan berisiko tinggi. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Seorang laki-laki digendong keluar dari ambulans saat tiba di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia setelah dikonfirmasinya pandemi Ebola nan melibatkan strain Bundibugyo di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, 16 Mei 2026.

Kedutaan Besar AS di DRC turut mengeluarkan peringatan kesehatan nan meminta penduduk Amerika tidak berjalan ke provinsi Ituri. Pemerintah AS juga disebut mempunyai keterbatasan dalam memberikan jasa darurat di wilayah tersebut akibat situasi keamanan dan penyebaran wabah. (REUTERS/Victoire Mukenge)

Para pekerja berjaga di gerbang Rumah Sakit Muslim Kibuli tempat seorang laki-laki Kongo meninggal lantaran virus Ebola Bundibugyo di pinggiran kota Kibuli, Kampala, Uganda, 16 Mei 2026.

WHO meminta negara-negara memperketat pemeriksaan lintas batas, mengisolasi kasus terkonfirmasi, dan memantau kontak erat selama 21 hari. Meski demikian, WHO menegaskan negara-negara tidak perlu menutup perbatasan alias membatasi perdagangan lantaran langkah tersebut dapat memicu penyeberangan terlarangan nan susah diawasi. (REUTERS/Abubaker Lubowa)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News