Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |19:38 WIB

ASN WFH Jumat (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan potensi penghematan APBN dari penetapan skema bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pusat maupun wilayah setiap hari Jumat adalah Rp6,2 triliun.
Menurut Airlangga, transformasi budaya kerja berbasis digital ini diproyeksikan bisa memberikan akibat finansial nan signifikan, baik bagi kas negara maupun kantong masyarakat.
"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini nan langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun," ungkap Airlangga dalam konvensi pers di Seoul, Korea, Selasa (31/3/2026).
Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap dinamika geopolitik, melainkan upaya menciptakan birokrasi nan lebih adaptif, produktif, dan efisien. Penentuan hari Jumat sebagai hari WFH diharapkan dapat mengurangi beban mobilitas secara nasional.
“Sebagai langkah adaptif dan preventif guna menghadapi dinamika global, pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja nan mendorong budaya perilaku kerja nan lebih efisien, produktif, dan berbasis digital,” tegas Airlangga.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·