Surabaya, CNN Indonesia --
Operasi penyiraman air secara masif dari udara namalain water bombing untuk memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, menghadapi hambatan angin kencang.
Kondisi tersebut membikin api sigap menjalar sekaligus menyulitkan helikopter saat melakukan pemadaman lewat jalur udara.
Dalam pernyataan pada Kamis (3/9) siang tadi, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan setidaknya tetap ada dua titik api nan menyala di area Gunung Semeru, ialah di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua letak itu disebut jauh, curam, dan susah dijangkau dari jalur darat.
"Kendala di letak adalah angin nan kencang. Selain membikin api sigap menjalar, operasi water bombing juga terkendala, akibat hempasan angin," kata Gatot, Kamis.
Meski demikian, upaya pemadaman lewat jalur udara tetap dilakukan. Helikopter PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nan didatangkan dari Lampung mulai melakukan water bombing pada Rabu (2/9) di area bagian barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.
Hingga pukul 12.00 WIB siang, helikopter berkapasitas bucket 1000 liter tersebut telah melakukan water bombing di letak itu sebanyak 21 kali dengan total curahan air mencapai 21000 liter.
Selain penanganan lewat jalur udara, upaya pemadaman api juga tetap dilakukan lewat jalur darat oleh tim gabungan.
Tim jalur darat melakukan pemadaman secara manual dan membikin sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api agar tidak meluas ke permukiman warga.
Berdasarkan info Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Jatim, luas lahan nan terdampak kebakaran di area Gunung Semeru hingga saat ini telah mencapai sekitar 600 hektare.
Gatot pun berambisi kondisi cuaca membaik dalam waktu dekat agar operasi water bombing bisa melangkah lebih optimal.
"Semoga cuacanya lebih mendukung, lantaran angin nan kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing," harapnya.
(frd/kid)
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·