Waspada! Perubahan Bentuk Feses Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Pankreas

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Waspada! Perubahan Bentuk Feses Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Pankreas Kanker pankreas sering dijuluki silent killer.(Dok. Magnific)

KANKER pankreas sering dijuluki sebagai "si pembunuh senyap" alias silent killer lantaran gejalanya nan samar dan sering kali baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa perubahan pada feses dapat menjadi parameter praktis untuk deteksi dini penyakit mematikan ini.

Pankreas merupakan organ vital nan memproduksi enzim pencernaan dan hormon pengatur metabolisme. Munculnya tumor pada saluran pankreas dapat menghalang aliran enzim tersebut, sehingga memicu gangguan metabolisme daya nan menyebabkan penderita merasa capek kronis secara terus-menerus.

Peneliti dari Quadram Institute, Falk Hildebrand dan Daisuke Suzuki, mengungkapkan bahwa feses memberikan jendela non-invasif untuk memantau kondisi kesehatan internal. Mengingat kanker pankreas (PDAC) biasanya berkembang di bagian nan terhubung ke usus, sampel feses menjadi perangkat penemuan nan sangat praktis.

Ciri Perubahan Feses nan Wajib Diwaspadai

Mengenali perubahan bentuk pada kotoran saat buang air besar (BAB) adalah langkah preventif nan bisa dilakukan secara mandiri. Berikut adalah beberapa kondisi feses nan perlu diwaspadai jika terjadi secara persisten selama berhari-hari alias berminggu-minggu:

  • Feses Berminyak: Tampak berlemak, sering mengapung, dan berwarna pucat seperti tanah liat. Ini mengindikasikan adanya lemak nan tidak tercerna akibat gangguan enzim pankreas.
  • Bau Menyengat nan Tidak Biasa: Bau busuk nan ekstrem alias aroma metalik nan berbeda dari biasanya, terutama jika feses berwarna gelap alias hitam.
  • Adanya Darah: Temuan darah pada feses merupakan tanda peringatan langsung untuk segera melakukan konsultasi medis.

Feses normal umumnya berwarna cokelat, berbentuk seperti sosis, dan mudah dikeluarkan dengan gelombang satu hingga tiga kali sehari. Jika Anda merasakan perubahan nan tidak kunjung membaik disertai rasa nyeri alias masalah pencernaan lainnya, segera hubungi dokter.

Deteksi lebih awal melalui pengamatan sederhana terhadap perubahan tubuh dapat membuka kesempatan penanganan medis nan jauh lebih efektif bagi pasien kanker pankreas.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia