Waspada, Gangguan Sendi Lutut tidak Selalu Diawali Rasa Nyeri

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Waspada, Gangguan Sendi Lutut tidak Selalu Diawali Rasa Nyeri Kenali indikasi osteoarthritis dan gangguan sendi dengkul selain nyeri.(Dok. Magnific)

NYERI lutut sering kali dianggap sebagai akibat wajar setelah beraktivitas bentuk berat alias berdiri terlalu lama. Namun, gangguan pada sendi dengkul sebenarnya tidak selalu diawali dengan rasa sakit nan tajam, melainkan melalui tanda-tanda lembut nan sering terabaikan.

Salah satu kondisi nan paling umum menyerang adalah osteoarthritis alias pengapuran sendi. Berdasarkan info National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), kondisi ini terjadi akibat kerusakan jaringan sendi secara bertahap, di mana dengkul menjadi salah satu area nan paling rentan terdampak.

Selain rasa nyeri, terdapat beberapa indikasi lain nan patut diwaspadai. NIAMS mencatat bahwa kekakuan sendi setelah bangun tidur alias beristirahat lama, pembengkakan di sekitar area lutut, hingga berkurangnya ruang mobilitas merupakan parameter kuat adanya masalah persendian. Bahkan, sensasi dengkul nan terasa lenggang alias tidak stabil juga menjadi sinyal bahwa kegunaan sendi mulai terganggu.

Kekakuan pada pagi hari nan berjalan kurang dari 30 menit sering kali menjadi petunjuk awal osteoarthritis. Namun, jika kekakuan berjalan lebih lama alias disertai panas dan kemerahan, perihal tersebut bisa merujuk pada masalah lain seperti rheumatoid arthritis. Oleh lantaran itu, munculnya bunyi "krek" alias sensasi berderak saat bergerak juga tidak boleh disepelekan, terutama jika disertai keterbatasan gerak.

Kapan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter? NHS menyarankan pemeriksaan medis segera jika pembengkakan semakin parah, nyeri mengganggu tidur, alias dengkul terasa panas dan disertai demam. Jangan menunggu hingga nyeri menjadi berat untuk melakukan penanganan.

Menjaga kesehatan sendi dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal dan tetap aktif bergerak. Olahraga nan tepat justru membantu meningkatkan elastisitas dan kekuatan otot di sekitar lutut, sehingga akibat kerusakan sendi lebih lanjut dapat diminimalisasi sejak dini. (NIAMS/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia