Waspada Eskalasi Konflik Houthi, DPR Tekankan Pentingnya Rencana Kontinjensi untuk WNI dan Jemaah Umrah

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Waspada Eskalasi Konflik Houthi, DPR Tekankan Pentingnya Rencana Kontinjensi untuk WNI dan Jemaah Umrah Ilustrasi(Antara)

MEMANASNYA kembali konfrontasi bersenjata antara golongan Houthi di Yaman dan koalisi Arab Saudi memicu kekhawatiran serius di Tanah Air. 

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berbareng sejumlah pemangku kepentingan mendesak pemerintah melalui kementerian mengenai dan perwakilan diplomatik di luar negeri untuk segera merumuskan langkah mitigasi, termasuk skenario kontinjensi pemindahan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan jemaah umrah.

Desakan ini mengemuka seiring meningkatnya eskalasi militer dalam beberapa waktu terakhir, nan dikhawatirkan dapat berakibat langsung terhadap keamanan wilayah-wilayah vital di Arab Saudi, termasuk kota suci Mekah dan Jeddah.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyatakan bahwa perlindungan menyeluruh kudu diberikan kepada seluruh WNI di Arab Saudi, baik para pekerja migran maupun ratusan ribu jemaah umrah nan lalu-lalang setiap bulannya.

"Perlindungan WNI kudu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada jemaah umrah saja. Kita perlu memastikan seluruh penduduk kita mengetahui kontak darurat dan sistem meminta support dengan cepat," ujar Dini di Jakarta, Kamis (17/9).   

Menanggapi situasi tersebut, pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berbareng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan bahwa langkah-langkah antisipatif terus dimatangkan. 

Pemerintah menegaskan bahwa kendati situasi di lapangan saat ini tetap terpantau kondusif dan aktivitas penerbangan serta ibadah umrah melangkah normal, persiapan menghadapi kemungkinan terburuk tetap kudu dilakukan.   

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta otoritas setempat.   

"Kami terus memperbarui pemantauan terhadap perkembangan konflik. Task Force Umrah serta jasa hotline 24 jam juga telah disiapkan untuk mempercepat respons terhadap kondisi jemaah di sana," ungkap Maria.   

Sebelumnya, laporan dari otoritas pertahanan udara Arab Saudi menyebut adanya upaya pencegatan (interception) terhadap objek udara mencurigakan berupa drone nan mendekati wilayah Mekah. 

Insiden tersebut kian memperkuat urgensi bagi perwakilan RI di luar negeri untuk memperketat diseminasi peringatan awal (early warning) kepada para WNI agar menghindari daerah-daerah nan berpotensi menjadi titik rawan konflik.

Pemerintah mengimbau kepada seluruh WNI, khususnya nan berada di area potensi bahaya, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpancing oleh info nan belum terverifikasi kebenarannya. 

WNI juga diminta untuk senantiasa memantau kanal komunikasi resmi KBRI dan KJRI guna mendapatkan info mutakhir mengenai perkembangan situasi keamanan regional. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia