Waspada, Disfungsi Ereksi Bisa Jadi 'Alarm' Dini Serangan Jantung hingga Demensia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Waspada, Disfungsi Ereksi Bisa Jadi 'Alarm' Dini Serangan Jantung hingga Demensia Ilustrasi(Magnific)

DISFUNGSI ereksi sering kali dianggap sebagai topik tabu alias sekadar bahan candaan di kalangan pria. Padahal, kondisi ini bisa menjadi epidemi terselubung nan menyerang lebih dari separuh laki-laki dewasa di atas usia 40 tahun. Lebih dari sekadar masalah di ranjang, riset terbaru menunjukkan penis adalah barometer kesehatan menyeluruh seorang pria.

Seksolog Emmanuele Jannini dari University of Rome Tor Vergata mengibaratkan disfungsi ereksi sebagai "canary in the coalmine" (pemberi peringatan dini). Dengan pemeriksaan disfungsi ereksi nan lebih baik, master dapat mendiagnosis ancaman kesehatan serius sebelum penyakitnya berkembang terlalu jauh.

Secara mekanis, ereksi sangat berjuntai pada kesehatan pembuluh darah. Ketika sistem kardiovaskular mengalami gangguan seperti aterosklerosis, penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, arteri penis nan berukuran sangat mini biasanya menjadi nan pertama kali kandas berfungsi.

Data dari 154.794 perseorangan menunjukkan laki-laki dengan disfungsi ereksi 59% lebih mungkin menderita penyakit jantung koroner dan 34% lebih mungkin terkena stroke. Selain itu, sebuah studi di Taiwan menemukan laki-laki dengan disfungsi ereksi mempunyai akibat 68% lebih tinggi terkena demensia dalam kurun waktu tujuh tahun, lantaran otak juga sangat berjuntai pada kelancaran suplai darah.

"Ukuran nan baik untuk kesehatan vaskular adalah mempunyai ereksi nan baik," kata Michael Carroll, master pengetahuan reproduksi dari Manchester Metropolitan University. Carroll menambahkan, "Mengatasi masalah ini sejak awal adalah kuncinya."

Hubungan kuat juga ditemukan pada penyakit diabetes. Lonjakan gula darah nan tidak terkontrol dapat merusak elastisitas pembuluh darah. Bogdan Vlacho, peneliti dari Sant Pau Research Institute Barcelona, menyatakan, "Pria dengan glukosuria jenis dua sekitar tiga kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka nan tidak menderita diabetes."

Meskipun obat-obatan seperti Viagra dapat membantu melebarkan pembuluh darah, para mahir menekankan pentingnya keterbukaan pasien. Sayangnya, rasa malu membikin banyak laki-laki enggan berkonsultasi ke dokter. Padahal, penanganan awal seperti perubahan pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah tidak hanya bisa memperbaiki kehidupan seksual, tetapi juga menyelamatkan nyawa dari ancaman penyakit kronis. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia