Waspada Cuaca Panas, Kenali Perbedaan Heat Exhaustion dan Heat Stroke

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Waspada Cuaca Panas, Kenali Perbedaan Heat Exhaustion dan Heat Stroke Perbedaan indikasi heat exhaustion dan heat stroke.(Dok. The Korea Times)

DOKTER ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Faisal Parlindungan, menjelaskan perbedaan antara heat exhaustion (kelelahan akibat panas) dan heat stroke (serangan panas). Gangguan ini rentan terjadi pada perseorangan nan beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama di tengah cuaca panas.

Faisal memaparkan bahwa heat exhaustion terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat paparan panas serta aktivitas bentuk nan berat. Gejala nan muncul biasanya meliputi keringat berlebih, rasa haus nan hebat, lemas, pusing, sakit kepala, mual, muntah, hingga kram otot.

Kondisi nan lebih fatal adalah heat stroke. Menurut Faisal, serangan panas ini terjadi ketika sistem pengatur suhu tubuh kandas berfungsi, sehingga suhu tubuh melonjak sangat tinggi. Berdasarkan info Kementerian Kesehatan, suhu tubuh pada penderita heat stroke bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

"Pada heat stroke, mulai muncul gangguan kegunaan otak. Penderitanya dapat mengalami kebingungan, susah berkomunikasi, perilaku tidak normal, bicara tidak jelas, kejang, hingga penurunan kesadaran," ujar Faisal dilansir dari Antara, Kamis (13/8).

Ia menegaskan bahwa penurunan kesadaran adalah parameter utama nan membedakan heat stroke dari heat exhaustion. Heat stroke merupakan kegawatdaruratan medis lantaran berisiko memicu kerusakan organ vital seperti otak, ginjal, hati, otot, hingga masalah pembekuan darah jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau segera menghentikan aktivitas dan beranjak ke tempat sejuk jika mulai merasa pusing alias mual. Penanganan awal dapat dilakukan dengan memberikan kompres dingin pada area leher, ketiak, dan selangkangan, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah meminta masyarakat, terutama nan bekerja di luar ruangan, untuk tetap waspada terhadap akibat gangguan kesehatan selama musim tandus ini. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia