
Ilustrasi banjir rob (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal potensi banjir pesisir alias rob di 14 wilayah pesisir Indonesia periode 22 Oktober hingga 1 November 2026. Banjir rob diakibatkan kejadian fase Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026 dan fase perigee pada 29 Oktober 2026 nan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
"Berdasarkan pantauan info water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir alias rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia," tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2026).
Wilayah pesisir nan berpotensi mengalami banjir rob di antaranya pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku.
BMKG mengatakan, potensi banjir pesisir ini secara umum berakibat pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga guna mengantisipasi akibat dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan pembaruan info cuaca maritim dari BMKG," imbau BMKG.
Berikut 14 wilayah pesisir Indonesia nan berpotensi mengalami banjir rob periode 22 Oktober hingga 1 November 2026:
1. Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan: 23–31 Oktober 2026.
2. Pesisir Sumatera Barat
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·