Para siswa mengenakan masker saat mengikuti aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (21/8/2026).(ANTARA/Auliya Rahman)
KETUA Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) untuk memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dinilai krusial guna meminimalkan akibat kesehatan akibat paparan kabut asap nan kian meluas.
"Perlu selalu menjaga dan memelihara kesehatannya. PHBS kudu terus diterapkan agar daya tahan tubuh terjaga baik, sehingga akibat asap kebakaran rimba dapat dikendalikan," ujar Prof. Tjandra di Jakarta, dikutip Rabu (26/8).
Bahaya Partikel PM2.5 dan Senyawa Toksik
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa ancaman utama dari asap karhutla adalah partikel lembut nan dikenal sebagai PM2.5. Karena ukurannya nan sangat kecil, partikel ini bisa menembus sistem pertahanan pernapasan manusia hingga ke bagian terdalam paru-paru.
"Karena kecilnya partikel ini, dia dapat masuk jauh ke dalam alveol paru. Dampaknya apalagi bisa menyebar melalui peredaran darah dan mencetuskan terjadinya inflamasi alias peradangan," jelasnya.
Selain PM2.5, asap karhutla juga membawa campuran unsur kimia rawan nan membentuk senyawa toksik, di antaranya:
- Nitrogen dioksida
- Ozon
- Hidrokarbon aromatik
- Bahan organik hasil pembakaran
Rekomendasi Pencegahan
Sebagai langkah preventif, Prof. Tjandra menyarankan penduduk untuk menghindari perjalanan nan tidak mendesak. Jika terpaksa kudu beraktivitas di area dekat letak kebakaran, penggunaan masker berbobot tinggi sangat disarankan.
"Gunakanlah masker nan baik, apalagi jika perlu dalam corak respirator," tambahnya. Ia juga mengingatkan agar siapa pun nan merasakan indikasi nyeri dada alias gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke akomodasi pelayanan kesehatan terdekat.
Data Dampak Karhutla di Indonesia
Berdasarkan info Kementerian Kesehatan hingga Jumat (21/8), sebaran akibat karhutla telah mencakup puluhan wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Berikut adalah rincian info terdampak:
| Provinsi Terdampak | Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur |
| Total Kabupaten/Kota Terdampak | 87 Kabupaten/Kota |
| Warga Terpapar Kabut Asap | Sekitar 3 Juta Jiwa (di 37 Kabupaten/Kota) |
| Kelompok Paling Rentan | Anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma, dan penyakit paru kronis |
Senada dengan perihal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut meminta masyarakat untuk rutin memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker tetap menjadi garda terdepan untuk menekan akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi udara nan tidak sehat. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·