Gawat! Pesawat Rusia Terobos Zona Korsel, Jet Tempur Dikerahkan

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Korea Selatan (Korsel) mengambil langkah darurat dengan mengerahkan armada jet tempurnya secara mendadak. Manuver ini merupakan respons sigap atas masuknya sejumlah pesawat militer Rusia ke area pertahanan udara milik Korea Selatan di atas Laut Timur.

Mengutip Russia Today, Rabu (26/08/2026), Kementerian Pertahanan Seoul membeberkan bahwa sejumlah pesawat militer Rusia telah memasuki dan kemudian meninggalkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di wilayah perairannya nan juga dikenal sebagai Laut Jepang. Insiden menegangkan ini menandai intrusi udara kedua kalinya nan dilakukan Rusia hanya dalam rentang waktu beberapa pekan terakhir.

"Militer Korsel mendeteksi pesawat Rusia sebelum mereka memasuki area tersebut dan mengerahkan jet tempur Angkatan Udara untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan," paparnya tanpa memberikan rincian lebih detail.

Meski demikian, pihak kementerian menjelaskan bahwa armada pesawat Rusia tersebut sama sekali tidak melanggar wilayah udara kedaulatan absolut Korsel. Sebagai informasi, ADIZ bukanlah ruang udara kedaulatan, melainkan sebuah area penyangga di mana suatu negara mengharuskan pesawat asing untuk mengidentifikasi diri mereka demi tujuan keamanan nasional. 

Secara umum, pesawat militer asing diharapkan untuk memberi tahu negara mengenai sebelum memasuki area tersebut. Meskipun, secara teknis tidak ada tanggungjawab norma internasional nan memaksanya.

Sebagai latar belakang, ketegangan militer di perbatasan udara ini tidak lepas dari memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara. Hubungan Rusia dan Korsel kian retak sejak Seoul memutuskan berasosiasi dengan negara-negara Barat untuk menjatuhkan hukuman ekonomi menyusul invasi Moskow ke Ukraina.

Situasi kian memanas semenjak Rusia secara terbuka mulai membangun hubungan militer nan jauh lebih kuat dengan musuh bebuyutan Seoul, ialah Korea Utara (Korut).

Insiden intrusi ini sejatinya merupakan rentetan dari peristiwa serupa pada akhir Juni lalu, di mana lebih dari 10 pesawat militer campuran milik China dan Rusia juga menembus masuk ke area pertahanan udara Korsel. Merespons kepanikan saat itu, Kementerian Pertahanan Beijing berkilah bahwa pasukan militer China dan Rusia hanya sedang melakukan patroli udara strategis di atas area Laut Jepang, Laut China Timur, dan Samudra Pasifik bagian barat.

Kementerian Pertahanan Rusia kala itu juga memihak diri dengan menegaskan bahwa patroli tersebut murni merupakan bagian dari rencana kerja sama militer nan normal antarnegara.

"Tidak diarahkan terhadap negara ketiga," tegasnya.

Namun, pembelaan tersebut tidak menyurutkan ketegangan. Korea Selatan tetap tidak terima dan secara resmi telah melayangkan protes keras kepada Beijing maupun Moskow, serta menuntut adanya langkah-langkah nyata untuk mencegah terulangnya kembali kejadian serupa.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News