Warga Tak Lagi Rasakan Getaran Imbas Erupsi Anak Krakatau

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Pandeglang -

Seorang penduduk Pandeglang, Banten berjulukan Bagaz Bathoeta mengatakan dentuman dan getaran di rumahnya sudah hilang. Dia mengaku sudah lebih tenang.

"Sejak jam 11.00 WIB tadi sudah tak terasa getaran. Sekarang sudah lebih tenang jadinya," kata Bagaz saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

Dia mengaku mendengar dentuman dan rumahnya bergetar sejak pukul 01.00 WIB awal hari tadi. Bagaz mengatakan peristiwa pintu dan jendela bergetar baru pertama kali terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Bagaz berjarak sekitar 10 kilometer dari tepi pantai Selat Sunda, letak Gunung Anak Krakatau nan sedang erupsi. Getaran dan dentuman, katanya, juga dirasakan penduduk lain nan tinggal di dataran lebih tinggi.

"Kalau untuk erupsinya kan udah sering ya dari era dulu kan saya memang penduduk sini ya. Cuma untuk kali ini nan getarannya terus-menerus itu nan lama durasinya ya baru kali ini kayaknya," ucapnya.

Bagaz berbareng tetangga sempat keluar rumah pagi tadi ketika mereka merasakan getaran semakin kencang. Kondisi peralatan rumah bergetar berjam-jam membuatnya cukup waswas.

Selain pintu dan jendela, pagar hingga genting rumah penduduk ikut bergetar. Dalam video nan dibagikannya via media sosial (medsos), bunyi gesekan barang terdengar jelas.

"Merasakannya itu tadi pas pagi ya puncaknya tuh. Cuma lumayan mencekam sih. Tadi tuh sempat melemah dan menguat gitu, tapi nggak nan stuck di kuat (getarannya) gitu," katanya.

Dia juga mengaku merasa tanah turut bergetar. Rentetan peristiwa itu terjadi berbarengan dengan peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sumber Dentuman

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menjelaskan argumen bunyi dentuman nan diduga berangkaian dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dapat terdengar hingga Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, daya akustik dari erupsi bisa merambat hingga ratusan kilometer.

"Jadi, jika dari pengamatan nan kami lakukan, tidak hanya untuk Anak Krakatau, tetapi juga beberapa gunung api lainnya di Indonesia, ketika erupsi besar terjadi gitu ya, alias tidak hanya erupsi besar, erupsi dengan jenis tertentu, lantaran jika jenis tuh phreatic ini memang biasanya disertai dentuman nan nyaring," kata Rita dalam konvensi pers dilihat YouTube Badan Geologi, Sabtu (5/9).

"Nah, ketika ini terjadi, pelepasan daya akustiknya itu bisa sangat besar, dan daya akustik inilah nan bisa merambat hingga ratusan kilometer," sambungnya.

Rita mengatakan perambatan bunyi erupsi hingga jarak jauh bukan merupakan kejadian nan tidak mungkin terjadi. Dia mencontohkan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014.

Sebab itu, menurutnya, berasas info pemantau, bunyi dentuman bisa terdengar hingga jarak jauh. Meski begitu, dia belum bisa memastikan penyebab dentuman. Dia menduga dentuman berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan, kami memang menduga nih bunyi nan tadi lantaran berasosiasi dengan erupsi Anak Krakatau nan terjadi tadi malam, dugaan kuatnya memang itu berasosiasi dengan gunung api Anak Krakatau," ujarnya.

(jbr/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News