Warga Pelalawan Diserang Beruang Madu, BBKSDA Riau Turunkan Tim WRU

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Warga Pelalawan Diserang Beruang Madu, BBKSDA Riau Turunkan Tim WRU Beruang Madu Serang Warga di Pelalawan(MI/Rudi Kurniawansyah)

KEMENTERIAN Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak sigap menindaklanjuti laporan dugaan bentrok antara satwa liar jenis beruang madu (Helarctos malayanus) dengan seorang penduduk di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Sesaat setelah menerima laporan, BBKSDA Riau langsung mengerahkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) dari Pekanbaru menuju letak kejadian pada Rabu (5/8). Tim membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam penanganan bentrok satwa liar.

Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, Tim langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Pangkalan Gondai. Selanjutnya, tim menuju Kantor Desa untuk memperoleh info awal serta kronologis kejadian sebagai langkah awal dalam proses penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan nan disampaikan oleh pemerintah desa, korban diserang seekor Beruang Madu saat sedang berada di kebun miliknya. 

Satwa tersebut dilaporkan menyerang korban dari arah belakang. Korban kemudian melakukan perlawanan sehingga beruang melepaskan serangannya dan melarikan diri dari letak kejadian.

Meskipun sukses menyelamatkan diri, korban mengalami luka akibat serangan tersebut. 

Setibanya di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. Pihak family segera membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini kondisi korban telah berada dalam penanganan tenaga Medis, sementara Tim BBKSDA Riau terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, abdi negara setempat, serta pihak mengenai untuk mengidentifikasi penyebab konflik, dan menentukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah terjadinya bentrok serupa.

Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (6/8) Tim WRU BBKSDA Riau berbareng pemerintah desa dan abdi negara setempat melakukan pemasangan kandang jebak di sekitar letak kejadian. 

Langkah ini dilakukan untuk memantau keberadaan satwa sekaligus sebagai upaya mitigasi andaikan beruang kembali memasuki area nan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bentrok satwa liar.

"Setiap laporan bentrok satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar nan dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, abdi negara keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat melangkah secara efektif," kata Supartono, Kamis (6/8).

Beruang madu merupakan salah satu satwa liar nan dilindungi berasas ketentuan  peraturan perundang-undangan. Oleh lantaran itu, penanganan bentrok dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian satwa dan habitatnya.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat nan beraktivitas di kebun maupun area nan berbatasan dengan kediaman satwa liar agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari bekerja seorang diri, serta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau alias abdi negara setempat andaikan menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan.

"Kementerian Kehutanan dibawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni terus berkomitmen memperkuat upaya mitigasi bentrok manusia dan satwa liar melalui penanganan nan cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia," pungkasnya. (RK)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia