Manggala Agni beruapaya memadamkan kebakaran hutan.(dok.istimewa)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jejeran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas berbareng kementerian dan lembaga mengenai sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi penduduk negara kita dari ancaman kebakaran rimba dan lahan. Presiden juga mengatakan jika kurang anggaran ditambahkan agar negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Antoni saat meninjau Indonesia Forest and Land Fire Management Center di OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8).
Menhut mengingatkan karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, karhutla dapat memicu ISPA, meliburkan sekolah, menghalang aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara. “Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Raja Antoni optimistis Indonesia bisa menekan nomor karhutla meski El Nino tahun ini diperkirakan datang lebih sigap akibat perubahan iklim. “Mudah-mudahan tahun ini nomor karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan akibat nan seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api nan menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, para petugas telah mengorbankan waktu, tenaga, apalagi nyawa untuk melindungi rimba dan masyarakat.
Raja Antoni menegaskan pengendalian karhutla hanya dapat sukses melalui kerjasama seluruh pihak. “Terus jalin komunikasi dan kerjasama nan baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” pungkasnya. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·