Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan masyarakat selama arus mudik dan kembali Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pemerintah mencatat total mobilitas mencapai ratusan juta orang, dengan lonjakan tajam di beberapa titik krusial.
Kenaikan ini tidak hanya terlihat dari jumlah pemudik, tetapi juga dari intensitas penggunaan beragam moda transportasi. Baik jalur darat, laut, maupun udara mengalami peningkatan aktivitas nan cukup tinggi sepanjang periode Lebaran.
Namun di kembali kelancaran umum tersebut, terdapat beberapa titik nan menjadi perhatian serius, terutama saat puncak arus mudik terjadi di pertengahan Maret.
"Jumlah masyarakat nan melakukan pergerakan pada tahun ini adalah sebesar 147,52 juta, kenaikan sebesar 13,5% dari hasil survei," katanya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Lonjakan tersebut turut memicu tekanan pada infrastruktur, khususnya di jalur tol dan rest area. Salah satu nan paling terasa adalah kepadatan di jalur layang MBZ akibat antrean panjang menuju rest area.
Pemerintah mengidentifikasi, kapabilitas rest area belum bisa menampung lonjakan kendaraan pada saat bersamaan. Hal ini diperparah oleh tingginya volume kendaraan dalam waktu singkat.
Selain itu, pengedaran waktu perjalanan masyarakat nan condong berbarengan turut memperbesar potensi kemacetan. Minimnya pengaturan waktu keberangkatan menjadi salah satu aspek utama.
"Kepadatan nan terjadi disebabkan lantaran peningkatan arus nan cukup tinggi, sampai 170% dibanding hari-hari biasanya," kata Dudy.
Kendati demikian, secara keseluruhan penyelenggaraan mudik dinilai melangkah relatif baik. Tidak terdapat kejadian besar nan menonjol selama periode tersebut.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat sistem mitigasi, termasuk optimasi manajemen lampau lintas dan peningkatan kapabilitas akomodasi pendukung.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan juga menjadi konsentrasi krusial guna mengurangi penumpukan di titik tertentu.
"Kami memandang secara umum penyelenggaraan arus mudik maupun kembali berjalan dengan baik dan tidak terdapat kecelakaan besar nan menonjol," ujar Dudy.
Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam obrolan dengan media di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam obrolan dengan media di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·