Jakarta, CNBC Indonesia - Warga asing asal Arab Saudi menjadi korban penusukan dalam percobaan perampokan di area elite Mayfair, London, Inggris, pekan ini. Insiden tersebut kembali menyoroti keamanan visitor dari negara-negara Teluk nan menjadikan London sebagai salah satu destinasi favorit.
Pria berumur 40-an tahun itu ditusuk di Berkeley Square pada Kamis dan langsung mendapat penanganan dari Kepolisian Metropolitan serta Layanan Ambulans London sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Polisi menangkap seorang laki-laki berumur 58 tahun di letak kejadian atas dugaan penganiayaan berat, kepemilikan senjata berbahaya, dan percobaan perampokan, sementara luka korban dilaporkan tidak menakut-nakuti jiwa.
"Ini tampaknya merupakan kejadian nan berdiri sendiri dan saat ini tidak ada indikasi adanya akibat berkepanjangan bagi masyarakat umum," ujar ahli bicara Metropolitan Police kepada Arab News, dikutip Rabu (9/9/2026). Menurutnya, penanganan kejahatan menggunakan senjata tajam dan kekerasan berat tetap menjadi prioritas kepolisian.
Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengatakan tengah berkoordinasi dengan otoritas Inggris, memberikan support kepada korban, dan memantau kondisinya hingga diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Kedutaan juga mengimbau penduduk negaranya di Inggris untuk berhati-hati serta menghindari membawa peralatan berbobot secara mencolok di tempat umum.
Percobaan perampokan itu disebut kemungkinan dipicu keberadaan arloji mewah di dalam tas punggung korban. Meski peralatan tersebut tidak terlihat dari luar dan tidak ada peralatan nan sukses dicuri, kejadian ini kembali menjadi perhatian lantaran pencurian dan perampokan merupakan salah satu jenis kejahatan jalanan nan kerap diwaspadai visitor di London.
Namun, info terbaru menunjukkan situasi sebaliknya. Metropolitan Police mencatat kejahatan lingkungan alias neighbourhood crime turun 14% dalam 12 bulan hingga Juni 2026, setara dengan lebih dari 35.000 kasus lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan itu mencakup pencurian dari orang sebesar 23% dan perampokan individual sebesar 11%. Di Westminster, salah satu pusat wisata utama London, kejahatan jenis tersebut apalagi turun lebih dari sepertiga alias nyaris 14.000 kasus.
Meski demikian, pencurian ponsel tetap menjadi persoalan nyata bagi pengunjung. Data Metropolitan Police menunjukkan 117.211 ponsel tercatat dicuri sepanjang 2024, naik dari 115.261 pada 2023 dan 90.810 pada 2022, meski kepolisian mengingatkan bahwa perpindahan sistem pencatatan kejahatan pada Februari 2024 membikin komparasi antar periode perlu dilakukan secara hati-hati.
Dari sisi persepsi keamanan wisatawan, London berada di ranking ke-13 kota teraman bumi untuk pelancong pada 2026 jenis Berkshire Hathaway Travel Protection. London juga berada di ranking kedelapan untuk keamanan dari kejahatan dengan kekerasan, menunjukkan bahwa meskipun akibat kejahatan tetap ada, kota tersebut tetap dipandang relatif kondusif dibanding banyak destinasi besar lainnya.
"Insiden seperti penusukan baru-baru ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan dapat memengaruhi rasa kondusif visitor asal Teluk saat berjalan ke Inggris," kata penyunting perjalanan Asharq Al-Awsat, Jocelyne Elia, kepada Arab News.
Ia menilai visitor tetap perlu mengambil langkah pencegahan, terutama saat membawa arloji mewah, perhiasan, tas desainer, dan ponsel di area ramai alias pada malam hari.
(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·