Warga AS Salahkan Trump Harga BBM Naik, Jawabannya Bikin Geram

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Warga Amerika Serikat (AS) ramai-ramai 'menunjuk' Presiden Donald Trump sebagai biang kerok tingginya nilai bahan bakar minyak (BBM) di Negeri Paman Sam. Di mana kenaikan nilai ini merupakan salah satu akibat dari perang musuh Iran.

Melansir CNBC, Jumat (17/4/2026), dalam jajak pendapat nasional nan dilakukan oleh Universitas Quinnipiac, sebanyak 65% dari responden AS nan terdaftar menyalahkan Trump atas kenaikan nilai BBM saat ini. Baik sebagai penyebab utama maupun sedikit banyak terlibat dalam kenaikan nilai tersebut.

Selain itu, dalam jajak pendapat nan sama hanya 38% responden nan menyetujui langkah Trump menangani perekonomian AS saat ini. Menunjukkan ketidakpuasan penduduk AS atas kondisi ekonomi dan tingginya nilai BBM. Meski ketidakpuasan ini tampak tak begitu dihiraukan oleh Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yah, harganya tidak terlalu tinggi," kata Trump kepada seorang reporter di Gedung Putih saat ditanya berapa lama lagi penduduk AS kudu menghadapi nilai bensin nan tinggi.

Trump beranggapan kenaikan nilai BBM di Negeri Paman Sam saat ini tidak setinggi nan diperkirakan sebagai akibat dari perang di Timur Tengah, nan menurutnya krusial lantaran bermaksud untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

"Faktanya, jika Anda perhatikan, pasar saham sedang naik, semuanya melangkah sangat baik, dan perihal terpenting nan kudu kita lakukan adalah memastikan bahwa Iran tidak mempunyai senjata nuklir," ujarnya.

Untuk diketahui, nilai BBM di AS telah mengalami kenaikan nan sangat signifikan sejak bentrok di Timur Tengah pecah pada 28 Februari lalu. Tercatat nilai bensin telah melonjak sekitar 49% dibandingkan rata-rata nilai pada awal tahun ini.

Pada awal 2026, nilai rata-rata bensin reguler sedikit di atas US$ 2,75 per galon. Sementara per Kamis (16/4) waktu AS, nilai rata-rata bensin reguler sekarang sudah mencapai US$ 4,093 per galon.

Sementara untuk rata-rata nilai bahan bakar diesel di AS pada Januari 2026 lampau tetap berada sedikit di atas US$ 3,50 per galon. Namun sekarang nilai BBM jenis ini sudah meningkat ke kisaran US$ 5,65 per galon.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance