Karangasem -
Jatuh bangun adalah kondisi lumrah dalam merintis bisnis. Butuh ketekunan, kerja keras, serta belajar strategi baru agar bisa kembali bangkit membangun dan mengembangkan upaya menjadi besar.
Hal inilah nan dialami I Wayan Sutama, pemilik Bengkel Mobil Autotama Pria Karangasem, Bali, ini bercerita jatuh bangun merintis upaya bengkel hingga bangkit usai jadi bimbingan Yayasan Astra.
Sutama, nan seorang sarjana peternakan, awalnya berbisnis hasil pertanian dan peternakan. Sutama sendiri adalah lulusan sarjana peternakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring berjalannya waktu, Sutama tertarik membuka bengkel mobil meski tidak mempunyai latar belakang mumpuni di bagian otomotif. Dia berprinsip, jangan hanya mengandalkan satu bagian dalam merintis
Keinginannya membuka bengkel juga dilatarbelakangi kegemaran memperbaiki mobil keluarga. Pada 2004, Sutama pun memberanikan diri membuka bengkel mobil.
"Kita berbagi, ada pertanian ada bengkel, dalam kreasi ekonomi kan jangan hanya meletakkan dalam satu keranjang. Akhirnya 2004 saya memutuskan membuka bengkel dengan segala keterbatasan di bagian otomotif," ujar Sutama Bengkel Autotama Karangasem, Bali, Kamis (4/5/2026).
Sutama mengawali upaya bengkel mobil dengan 4 orang karyawan. Satu orang bekerja menjalankan administasi, dan 3 orang mekanik.
Dalam perjalanan, Sutama menemukan terjadi kecurangan, dan akhirnya memberhentikan kepala mekanik. Setelah kepala mekanik diberhentikan, tenaga kerja lainnya rupanya juga ikut berhenti.
"Saya berhentikan kepalanya, rupanya gerbongnya dia juga ikut berhenti. Akhirnya semuanya lenyap dan saya merekrut lagi," ujar Sutama.
Usai merekrut tenaga kerja lagi, Sutama kembali perlahan membangun upaya bengkelnya. Namun dalam perjalanan, Sutama menghadapi realita kepala bengkel nan direkturnya berakhir dan membawa gerbong pindah ke bengkel lain.
Selama kurang lebih 4 tahun Sutama mengalami jatuh bangun dalam upaya bengkel mobil, hingga pada suatu ketika dia membaca kitab tentang manajemen bengkel roda empat, nan salah satunya isinya mengulas Yayasan Astra.
Singkat cerita, pada 2009 Sutama pun membernikan diri mengirimkan email ke Yayasan Astra, dan direspons.
Sutama akhirnya mendapat kesempatan mengirimkan mekaniknya mengikuti training di Yayasan Astra, dan dilanjutkan pada 2010 karyawannya mendapat kesempatan mengikuti training manajemen bengkel mobil. Sejak 2010 bengkel Autotama menjadi bimbingan Yayasan Astra.
Selain itu Sutama juga mengikuti beragam aktivitas nan diselenggarakan Yayasan Astra untuk meningkatkan keahlian dan pengalaman karyawannya mengenai bengkel mobil.
"Jadi mulai 2009 saya mulai ada kenaikan sehingga mulai membuka bagian pada 2013 dan 2017, jalan semua, dan mudah-mudahan 2026 buka bagian lagi," tutur Sutama.
Kini, Sutama menjalankan upaya bengkel mobil dengan 49 orang karyawan. Sutama menambahkan, melalui Yayasan Astra, dia juga bisa mengenal mitra-mitra upaya dan mendapatkan pasokan suku persediaan melalui pemasok resmi Astra.
(hns/ang)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·