Orangutan.(dok.Kemenhut)
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kebutuhan perawatan orangutan nan terdampak asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) terpenuhi saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan Wapres terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk dampaknya terhadap satwa dan habitat.
"Penanganan karhutla kudu menyeluruh. Manusia kudu terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya mau memastikan kebutuhan perawatan di sini betul-betul terpenuhi," kata Gibran dalam keterangan nan diterima di Jakarta, Kamis (10/9).
Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng nan dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Gibran memandang proses rehabilitasi dan perawatan orangutan serta berbincang dengan master hewan, relawan, dan tim nan terlibat dalam perlindungan satwa. Wapres juga menyerahkan support berupa obat-obatan, bawang bombai, dan perangkat nebulizer untuk mendukung kebutuhan pusat rehabilitasi tersebut.
Gibran mengatakan perlindungan satwa merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari upaya pemulihan lingkungan. Penanganan satwa nan mengalami gangguan kesehatan perlu diiringi pemulihan kediaman secara menyeluruh.
"Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah perihal krusial nan saling terkait. Termasuk pengobatan hewan nan terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa," ujarnya.
Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada master hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan pihak lain nan terlibat dalam perlindungan serta perawatan satwa. "Terima kasih kepada para master hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim nan terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti," katanya.
Dalam kunjungan itu, Wapres meninjau Forest School BOSF Nyaru Menteng nan menjadi tempat pembinaan 17 orangutan. Ia juga mendatangi area karantina perseorangan orangutan untuk memandang proses nebulisasi alias pemberian uap sebagai bagian dari penanganan gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.
Di area karantina tersebut terdapat sekitar 90 orangutan nan menjalani perawatan dalam sejumlah kandang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satwa. Berdasarkan pembaruan BOSF per Minggu (6/9), Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng belum terdampak langsung kebakaran.
Namun, sebanyak 21 orangutan menunjukkan indikasi gangguan pernapasan nan konsisten dengan jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung. Tim master hewan dan kesejahteraan satwa BOSF terus memantau kondisi orangutan tersebut serta memberikan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing individu. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·