Kapolda Banten Irjen Pol Hengky memastikan life jacket (pelampung) berwarna oranye dan botol tabung berwarna putih nan ditemukan di Perairan Anyer bukan milik kapal Arupadhatu 1 nan mengangkut lima wartawan nan lenyap di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Menurut Hengky, kepastian tersebut diperoleh berasas hasil identifikasi dan pemeriksaan terhadap pemilik kapal nan digunakan para korban.
"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, lantaran pemilik kapal ada dua, ialah Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti nan ditemukan," kata Hengky kepada wartawan, Jumat (11/9).
"Jadi, life jacket warna oranye dan pelampung warna putih (botol tabung) bukan milik kapal Arupadhatu 1 nan sampai sekarang belum ditemukan," imbuhnya.
Hengky menjelaskan, rombongan wartawan tidak menggunakan life jacket berwarna oranye seperti nan ditemukan di Perairan Anyer. Hal itu diketahui berasas kajian terhadap video saat rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
"Yang kedua, dari video, artinya temuan tersebut tidak sama dengan nan digunakan oleh kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2. Enggak sama, lantaran ada videonya dengan hasil temuan nan ada, baik life jacket maupun pelampung," ujarnya.
Hengky mengatakan, hingga saat ini tim SAR campuran tetap terus melakukan pencarian terhadap delapan penumpang kapal Arupadhatu 1 nan lenyap kontak saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Saya sampaikan juga bahwa sampai dengan hari ini, hari keempat, tetap dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP, dengan pembagian beberapa sektor nan sudah ditentukan oleh Basarnas, dan sekarang tetap berjalan," tandasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·