Wanita Diarak Bertuliskan ‘Saya Copet’ di Tanah Abang, Polisi Beberkan Kasusnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock

Ramai di media sosial seorang wanita diarak di area Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam video nan beredar, wanita berbulu pirang itu terlihat melangkah dengan pengawalan dua petugas sekuriti.

Di lehernya tergantung poster bertuliskan ‘Saya Copet’. Sepanjang perjalanan, wanita tersebut tampak menutupi wajahnya dengan kedua tangan, sementara tangannya dalam kondisi diborgol.

Menanggapi perihal itu, Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP) usai video itu viral.

“Pada hari Selasa tanggal 21 April 2026 sekitar jam 12.40 WIB tim opsnal melakukan cek TKP di duga pelaku pencurian nan Viral di medsos,” ujar Dhimas dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Peristiwa itu terjadi di atas Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) depan Stasiun Tanah Abang, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polisi menyebut, wanita nan diduga sebagai pelaku berinisial ES, penduduk Kota Bekasi. Dari tangan terduga pelaku, diamankan peralatan bukti berupa satu unit iPhone 10 warna putih.

Dhimas menjelaskan, kejadian pencurian itu terjadi sehari sebelumnya, Senin (20/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban tengah berbelanja sembari menunggu kereta, namun tidak menyadari ponselnya lenyap dari dalam tas.

“Setelah mendapat info buletin viral tim opsnal langsung cek TKP dan setelah cek TKP kejadian terjadi pada hari Senin tanggal 20 April 2026 sekitar jam 16.00 WIB, pada saat korban sedang berbelanja dan memilih peralatan belanjaan sembari menunggu kereta tanpa disadari HP nan ada di dalam tas tidak ada/hilang,” jelasnya.

Korban nan menyadari ponselnya lenyap kemudian mengejar terduga pelaku. Dengan support petugas keamanan, pelaku akhirnya sukses diamankan di lokasi.

“Karena korban sadar kemudian korban mengejar diduga pelaku, dengan support security pak Abizar dan Dodi akhirnya diduga pelaku sukses diamankan,” lanjut Dhimas.

Meski begitu, korban tidak membikin laporan polisi lantaran terburu-buru hendak pulang kampung menggunakan kereta. Barang bukti ponsel kemudian dikembalikan kepada korban.

“Karena korban tidak mau membikin laporan polisi dan terburu-buru naik kereta untuk pulang kampung selanjutnya peralatan bukti diserahkan kembali ke korban dan selanjutnya diduga pelaku dibawa ke instansi pengelola,” kata dia.

Pihak pengelola JPM kemudian mengambil langkah sendiri dengan mengarak terduga pelaku sebagai pengaruh jera.

“Kemudian oleh pengelola untuk buat pengaruh jera diduga pelaku diarak mengelilingi JPM dengan mengalungi tulisan saya copet. Setelah itu pelaku dipulangkan oleh pihak pengelola JPM,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan