Wanita di Cimahi Tiba-tiba Dipukul Pria Pakai Linggis: Pelaku ODGJ

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock

Seorang wanita menjadi korban pemukulan oleh laki-laki tak dikenal di area Jalan Pojok Utara, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Rabu (12/8) malam. Peristiwa tersebut terekam CCTV.

Dalam rekaman tersebut, korban terlihat baru tiba di sebuah toko obat menggunakan sepeda motor. Saat hendak masuk ke area apotek, seorang laki-laki nan mengenakan topi, masker putih, dan celana pendek tiba-tiba menghampiri korban.

Tanpa terlihat adanya percakapan sebelumnya, laki-laki tersebut langsung mengayunkan barang nan dibawanya ke arah korban.

Korban sontak menjauh sembari memegangi lengan kanannya. Setelah melakukan aksinya, laki-laki tersebut langsung meninggalkan lokasi.

Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat mengatakan polisi telah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi untuk mengungkap kejadian tersebut.

Dari hasil pengumpulan keterangan sementara, muncul dugaan bahwa laki-laki nan melakukan pemukulan tersebut merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Dari keterangan saksi di TKP dan sekitar TKP, diduga kuat laki-laki nan viral melakukan penganiayaan di Pojok itu ODGJ,” kata Gofur saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Gofur menjelaskan, berasas keterangan salah seorang saksi, laki-laki nan diduga sebagai pelaku pernah terlihat berada di sekitar lokasi. Pria tersebut disebut kerap melangkah mondar-mandir sembari berbincang seorang diri.

“Jadi memang korban tidak saling kenal dengan pelaku saat kita minta keterangan. Dan korban pun kaget saat itu juga,” ujarnya.

Gofur menyebut korban berjulukan Eka Mustika Wati. Saat kejadian, Eka diketahui hendak menuju toko obat untuk membeli obat. Ketika turun dari sepeda motornya, Eka tiba-tiba diserang oleh pelaku menggunakan barang tumpul nan diduga berupa linggis berukuran kecil.

Akibat serangan tersebut, Eka mengalami memar pada bagian lengan kanan.

“Korban memar di bagian lengan kanan. Namun, korban memilih tidak membikin laporan polisi,” kata Gofur.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan