Wiyagus menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah mempunyai pengalaman awal dalam penerapan pemungutan bunyi elektronik.
Berdasarkan info PT Inti Konten Indonesia, sistem E-Voting telah digunakan di 1.910 desa pada 16 provinsi sejak 2013 tanpa hambatan berarti. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal krusial bagi Kemendagri dalam memetakan manfaat, tantangan, dan tata kelola penerapan E-Voting secara lebih luas.
Selain itu, Wiyagus menyebut Indonesia perlu belajar dari keberhasilan negara seperti Brasil dalam percepatan rekapitulasi suara, Estonia dengan sistem internet voting, serta Amerika Serikat nan menerapkan audit surat suara.
Di sisi lain, pengalaman negara seperti Jerman, Belanda, Irlandia, dan Norwegia juga menjadi pembelajaran krusial mengenai tantangan keamanan sistem dan kepercayaan publik.
"Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa E-Voting bukan semata soal kecepatan dan efisiensi, tetapi kudu ditopang oleh regulasi, keamanan, audit, literasi pemilih, dan kepercayaan publik nan kuat," tegas Wiyagus.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·