Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, menyambut kehadiran 65 pelajar dari wilayah pedalaman dan pegunungan Papua di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8). Para pelajar itu tiba usai menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura untuk melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten.
Atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, dirinya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pelajar. Ia turut mengapresiasi semua pihak nan berkedudukan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Papua tersebut.
Ribka menyebut dirinya telah mengikuti perkembangan program pendidikan nan dijalankan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) sejak 2023. Melalui program ini, para siswa mendapat pendampingan sejak jenjang SMP, termasuk akomodasi asrama, hingga akses melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi begitu direkrut dari SMP sampai dengan difasilitasi pondok dan semuanya, kemudian juga difasilitasi sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan nan luar biasa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).
Menurut Ribka, membawa anak-anak dari wilayah pedalaman dan pegunungan Papua untuk memperoleh pendidikan lanjutan bukan pekerjaan mudah. Kondisi geografis dan beragam keterbatasan membikin upaya membuka akses pendidikan bagi mereka memerlukan kerja keras serta support banyak pihak.
Dirinya pun menyampaikan rasa terima kasih atas nama masyarakat Papua kepada semua pihak nan terlibat dalam program tersebut. Ia menegaskan proses ini merupakan upaya menembus pemisah nan tidak mudah dijalani.
"Saya hanya bisa ucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat di Papua. Saya tadi katakan bahwa ini tidak gampang, satu pekerjaan menembus batas," tutur dia.
Ribka pun berpesan agar para pelajar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh. Ia juga meminta mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan baru selama menjalani pendidikan di Tangerang.
"Ibu minta kalian belajar baik-baik di sini. Semua kebiasaan nan di sana kasih tinggal," pesannya kepada para pelajar.
Sebagai informasi, sebanyak 65 siswa kelas 7 hingga kelas 10 itu berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi 32 orang nan terdiri atas rohaniawan, guru, dokter, perawat, dan tenaga medis.
Melalui program YPHP, para siswa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang, setelah menyelesaikan pendidikan dasar di wilayah asal. Program ini tidak hanya memberi akses pendidikan lanjutan, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
(rir)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·