Wamendagri Bima Arya: Pemimpin Harus Berideologi Kuat dan Punya Nyali

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Wamendagri Bima Arya tegaskan pentingnya ideologi dan keberanian bagi pemimpin saat bedah kitab "Babad Alas" di FISIP Undip, Selasa (12/5/2026). Foto: Kemendagri RI

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa seorang pemimpin kudu mempunyai injakan ideologis dan nilai-nilai nan kuat agar tidak mudah terpengaruh tekanan golongan tertentu. Menurutnya, komitmen terhadap nilai inklusivitas dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman utama dalam mengambil keputusan, termasuk nan berisiko tinggi.

"Jadi pemimpin itu seringkali dihadapkan pada pilihan nan sulit, kita bisa memilih nyaman alias berisiko, tapi saya ambil akibat itu ketika saya meyakini nilai-nilai keberpihakan tersebut," ujarnya dalam aktivitas Bedah Buku "Babad Alas" di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan pengalamannya memimpin Kota Bogor selama satu dekade, dia menilai keteguhan memegang ideologi menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan kompleks di birokrasi maupun masyarakat. Ia mencontohkan keberaniannya membatasi izin penjualan alkohol di tempat intermezo malam demi melindungi generasi muda, meski kudu menghadapi tekanan dari pihak-pihak tertentu. Selain itu, prinsip inklusivitas nan sama juga disebut sukses menjadi landasan dalam menyelesaikan bentrok pendirian rumah ibadah nan telah berjalan bertahun-tahun.

Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa ideologi saja tidak cukup tanpa strategi membangun angan masyarakat dan membentuk tim birokrasi nan solid. Dalam pengelolaan sumber daya manusia, dia menempatkan karakter, loyalitas, dan militansi sebagai pertimbangan utama dalam memilih pejabat sebelum kompetensi teknis.

"Jadi ketika memilih kepala dinas bagi saya karakter kompetensi karakter itu nomor satu. Adab itu nomor satu. Nomor selanjutnya baru kompetensi dan lain-lain," jelasnya.

Wamendagri Bima Arya tegaskan pentingnya ideologi dan keberanian bagi pemimpin saat bedah kitab "Babad Alas" di FISIP Undip, Selasa (12/5/2026). Foto: Kemendagri RI

Untuk menjaga konsistensi nilai tersebut, dia menerapkan sistem penguatan moral melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat, perbincangan berbareng aktivis, serta menjadikan family sebagai tembok terakhir dalam menjaga integritas. Ia mencontohkan gimana nilai-nilai kritis nan ditanamkan di lingkungan family menjadi pengingat krusial untuk menolak segala corak penyimpangan, termasuk gratifikasi.

Bima juga berpesan kepada para mahasiswa agar mempersiapkan diri sejak awal untuk menjadi pemimpin masa depan. Ia mengingatkan bahwa masa kepemimpinan melangkah sangat cepat, sehingga setiap kesempatan kudu dimanfaatkan secara maksimal dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian.

"Dan bagi kalian nan kelak bakal menjadi pemimpin alias bercita-cita jadi pemimpin, jangan lewatkan momen itu. Karena 10 tahun itu sigap sekali. Siapkanlah momen ketika kalian menjadi pemimpin. Ketika sedang menjadi pemimpin, do it with passion," tandasnya.

Wamendagri Bima Arya tegaskan pentingnya ideologi dan keberanian bagi pemimpin saat bedah kitab "Babad Alas" di FISIP Undip, Selasa (12/5/2026). Foto: Kemendagri RI

Kegiatan bedah kitab tersebut turut dihadiri Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono, Asisten II Pemerintah Kota Semarang Hernowo Budi Luhur, serta para pengajar dan mahasiswa FISIP Undip.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan