Wamen ESDM soal Potensi Harga Pertamax Turun: Ketidakpastian Global Masih Tinggi

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Wamen ESDM, Yuliot Tanjung ditemui di Kantor BRIN, Jakarta Pusat pada Selasa (28/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Wamen ESDM, Yuliot Tanjung, merespons soal posibilitas nilai Pertamax alias BBM non subsidi turun di tengah situasi dunia saat ini. Menurutnya, saat ini ketidakpastian dunia tetap tinggi.

“Untuk nilai pertamax, kita mengikuti nilai pasar. Untuk nilai pasar, jika kita lihat kondisi secara geopolitik, ada juga uncertainty-nya cukup tinggi. Jadi justru di pasar internasional kan nilai naik,” kata Yuliot ditemui di Kantor BRIN, Jakarta Pusat pada Selasa (28/7).

Menurut Yuliot kalkulasi keputusan kenaikan nilai Pertamax merupakan kewenangan Pertamina. Jika memang nilai minyak bumi turun, maka penyesuaian nilai juga bakal dilakukan.

“Jadi kelak bakal dihitung BPP-nya Pertamina plus itu keuntungan. Jadi kelak kami dari Kementerian ESDM bakal mencoba memandang kira-kira nilai nan ini keekonomian kira-kira bagaimana. Termasuk jika potensi kelak ini nilai itu secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina bakal menyesuaikan harga,” ujarnya.

Sebelumnya, nilai minyak mentah merosot tajam pada perdagangan Senin (27/7), rekor dalam lebih dari tiga bulan lantaran AS menghentikan serangan harian terhadap Iran dan kapal tanker berlayar untuk memuat di terminal ekspor Kazakh nan baru-baru ini terganggu, mengurangi tekanan pasokan di pasar.

Dikutip dari Bloomberg, nilai minyak mentah Brent untuk penyelesaian September turun 8,7 persen menjadi USD 88,36 per barel, penurunan satu hari terbesar sejak 17 April. West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September menurun 7,5 persen menjadi USD 82,61 per barel di New York.

Pasar minyak merosot lantaran AS tampaknya telah menunda pemogokan baru sejak Jumat malam, menyusul 13 malam berturut-turut serangan nan bermaksud untuk menurunkan keahlian Iran untuk mengganggu pengiriman komersial.

Iran mengisyaratkan menahan diri dari pembalasan apa pun dan mengadakan pembicaraan dengan Oman di Selat Hormuz, meskipun Arab Saudi kemudian mengatakan mereka mencegat drone dari Irak nan menargetkan akomodasi minyaknya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan