Wamen ESDM Sebut Blackout Sumatera karena Sambaran Petir, Bukan Kesengajaan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Wamen ESDM Yuliot Tanjung dalam konvensi pers di BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan pemadaman listrik massal alias blackout di Sumatera terjadi akibat aspek alam, bukan kesengajaan. Katanya, ada petir nan menyambar sistem kelistrikan.

“Enggak, itu ya tidak ada kesengajaan. Itu ya murni lantaran masalah kondisi alam,” kata Yuliot di DPR, Senin (25/5).

Yuliot menjelaskan, blackout dipicu gangguan pada jaringan transmisi listrik di Merangin, Jambi akibat sambaran petir.

“Dari Kementerian ESDM nan mengenai dengan kejadian listrik di Sumatera, ini kan ada persoalan nan jaringan transmisi, itu kan ada kesambar petir, di Merangin,” ujarnya.

Menurut dia, sambaran petir tersebut mempengaruhi aliran listrik di Sumatera. Apalagi, pasokan listrik untuk wilayah Sumatera bagian utara banyak dialirkan dari wilayah selatan.

“Dengan ada sambar petir tersebut, itu kan berakibat terhadap kestabilan sistem,” kata dia.

“Pada saat itu ada kejadian jadi sehingga seluruh sistem itu ada ini terjadi blackout,” lanjutnya.

Yuliot mengatakan, proses pemulihan dilakukan secara berjenjang dengan menyalakan pembangkit satu per satu. Mulai dari PLTA, geothermal, PLTD, hingga pembangkit gas. Sementara PLTU memerlukan waktu pemulihan lebih lama.

“Jadi nan kita lakukan ini proses penghidupan kembali, nan pertama itu adalah dari PLTA, kemudian Geothermal, itu ada PLTD dan juga ada gas. Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam,” jelasnya.

Ia menyebut Kementerian ESDM juga menurunkan tim ke lapangan untuk memantau proses pemulihan berbareng PLN.

“Alhamdulillah dalam jangka waktu nan ini sesuai dengan apa nan kita koordinasikan dengan PLN itu bisa pulih 100 persen,” ucap dia.

Yuliot menambahkan, pemerintah telah meminta PLN melakukan pertimbangan sistem agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya melalui pemasangan arde di wilayah rawan sambaran petir dan pemerataan suplai listrik antardaerah.

Arde adalah sistem pengamanan listrik nan menghubungkan instalasi listrik ke tanah untuk membuang arus listrik berlebih alias gangguan listrik secara aman. Dalam istilah teknik listrik, arde juga disebut grounding atau pembumian.

“Jadi untuk pengarahan ke PLN, kita juga itu sampaikan ini untuk perbaikan sistem, ini dikaji secara teknis, itu nan pertama,” kata Yuliot.

“Yang kedua, untuk sistemnya itu juga ada perbaikan nan termasuk itu adanya pemasangan Arde untuk setiap daerah-daerah nan rawan,” sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan