Wamen ESDM Bicara soal Harga Pertamax Tak Naik Bulan Ini

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di area Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung buka bunyi soal harga BBM nonsubsidi Pertamax belum mengalami kenaikan bulan ini alias tetap memperkuat di posisi awal Agustus 2026. Padahal nilai minyak mentah dunia kembali merangkak naik.

Harga Pertamax terakhir kali berubah pada 1 Agustus 2026. BBM nonsubsidi tersebut turun menjadi Rp 15.950 per liter, dari posisi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026.

Yuliot mengatakan keputusan penyesuaian nilai BBM nonsubsidi merupakan kewenangan PT Pertamina (Persero), sesuai dengan biaya produksi BBM.

"Kalau juga ada dari Pertamina, itu kan nilai nan kita lihat itu nilai rata-rata, dari nilai rata-rata ya kira-kira berapa BPP dari Pertamina sendiri, ya kemudian ada margin," jelas Yuliot saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

Yuliot menekankan sistem penentuan nilai BBM Pertamax merupakan keputusan upaya dan sesuai dengan nilai pasar, sehingga tidak ditentukan oleh pemerintah.

"Jadi jika untuk Pertamax itu kan prinsipnya itu adalah sesuai dengan nilai pasar," tegas Yuliot.

Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian nilai bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pertamina Patra Niaga menyesuaikan nilai sejumlah produk BBM nonsubsidi ialah Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Sementara nilai Pertamax (RON 92) tidak mengalami perubahan alias tetap di nilai Rp 15.950 per liter.

Penyesuaian nilai dilakukan dengan merujuk pada formula nan ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan nilai minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta tetap memerhatikan daya beli masyarakat.

Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter, lampau Dexlite dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, serta Pertamina Dex naik dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.

Pertamina Patra Niaga kemudian melakukan penyesuaian nilai produk BBM Pertamax Green 95 mulai 2 September 2026 pukul 00.00 WIB. Harga Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter, penyesuaian sebesar Rp 2.550 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian nilai Pertamax Green 95 dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian nilai produk BBM Non Subsidi.

“Mulai 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan nilai Pertamax Green 95. Penyesuaian ini mengikuti nilai sejumlah produk BBM Non Subsidi nan telah dilakukan sebelumnya,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Rabu (2/9).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan