Bursa saham Amerika Serikat (AS) namalain Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (1/6) waktu setempat. Kenaikan didorong oleh penguatan saham-saham teknologi, peluncuran chip AI terbaru Nvidia, serta optimisme penanammodal terhadap kesempatan tercapainya kesepakatan tenteram antara AS dan Iran.
Mengutip Reuters, indeks Dow Jones naik 46,42 poin alias 0,09 persen ke level 51.078,88. Indeks S&P 500 bertambah 19,90 poin alias 0,26 persen menjadi 7.599,96, sementara Nasdaq Composite menguat 114,19 poin alias 0,42 persen ke posisi 27.086,81.
Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama pasar dengan kenaikan 2,5 persen. Penguatan tersebut membawa indeks Nasdaq dan S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan tertinggi. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga berhujung di area positif meski laju kenaikannya tertahan oleh pelemahan di sebagian besar sektor dalam indeks S&P 500.
Perhatian pelaku pasar tertuju pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Teheran tetap berlangsung. Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung dengan Washington dihentikan setelah gelombang serangan terbaru dinilai menakut-nakuti upaya diplomatik untuk mengakhiri bentrok nan telah memasuki bulan keempat.
Ketegangan geopolitik tersebut sempat mendorong nilai minyak mentah naik dan memunculkan kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dapat mempercepat laju inflasi global.
“Kami sebenarnya belum tahu secara pasti situasinya seperti apa,” kata Thomas Martin, Senior Portfolio Manager di GLOBALT, Atlanta.
“Pasar tampaknya percaya bahwa pada akhirnya bakal ada kesepakatan, tetapi info nan tersedia tetap sangat terbatas, termasuk soal apa nan sebenarnya diinginkan Iran dan kompromi apa nan bersedia diterima Trump,” tambahnya.
Sentimen pasar semakin membaik setelah Trump menyatakan tidak bakal ada pasukan Israel nan memasuki Beirut. Pernyataan itu muncul usai percakapannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Di sektor teknologi, saham Nvidia melesat 6,3 persen setelah memperkenalkan chip baru nan memungkinkan fitur kepintaran buatan dijalankan langsung di komputer pribadi. Produk tersebut merupakan hasil kerjasama selama tiga tahun dengan Microsoft.
Chip baru itu dirancang untuk “menciptakan ulang PC” di era AI, kata CEO Nvidia Jensen Huang. Saham Microsoft turut menguat 2,3 persen.
Pergerakan saham semikonduktor berjalan beragam. Saham Qualcomm merosot 8,8 persen, sedangkan Intel turun 4,7 persen. Sebaliknya, saham Micron melonjak 6,6 persen dan menembus level US$ 1.000 untuk pertama kalinya. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) juga naik 1,1 persen.
Dari sisi ekonomi, aktivitas manufaktur AS pada Mei tetap menunjukkan ekspansi untuk bulan kelima berturut-turut. Namun, pelaku industri tetap menghadapi tekanan akibat kebijakan tarif dan ketidakpastian geopolitik.
Investor sekarang menunggu sejumlah agenda krusial pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (5/6) dan laporan finansial Broadcom. Data tersebut bakal menjadi referensi menjelang rapat kebijakan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve bulan ini.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, hanya sektor teknologi dan daya nan mencatat kenaikan. Sebaliknya, sektor utilitas menjadi sektor dengan pelemahan terbesar.
Saham-saham perangkat lunak ikut mengalami reli setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran akibat disrupsi AI. Saham ServiceNow melonjak 9,2 persen, sementara IBM naik 7,6 persen. Indeks jasa perangkat lunak secara keseluruhan menguat 4,3 persen.
“Di sektor software, ada perusahaan-perusahaan nan sebelumnya tidak berkinerja baik, tetapi hari ini bergerak sangat positif,” kata Martin.
“Sebagian kenaikan itu dikaitkan dengan komentar Nvidia bahwa software merupakan bagian dari solusi AI, sehingga penanammodal kembali melirik saham-saham perangkat lunak,” imbuhnya.
Sementara itu, Cadence Design Systems melesat 10,5 persen setelah memperkenalkan pemasok AI untuk kreasi chip nan ditenagai teknologi Nvidia.
Di pasar nan lebih luas, jumlah saham nan melemah di Bursa New York (NYSE) sedikit lebih banyak dibandingkan saham nan menguat dengan rasio 1,04 banding 1. Sebanyak 519 saham mencatat level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sedangkan 144 saham menyentuh level terendah baru.
Pada indeks Nasdaq, sebanyak 2.436 saham menguat dan 2.403 saham melemah. S&P 500 mencatat 29 saham mencapai level tertinggi baru dan 18 saham berada di level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 122 saham di level tertinggi baru dan 77 saham di level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 21,80 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir nan berada di level 19,71 miliar saham per sesi.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·