Polisi Palembang Amankan Pembuat Foto Pocong AI yang Resahkan Warga

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Polisi Palembang Amankan Pembuat Foto Pocong AI nan Resahkan Warga Ilustrasi foto pocong nan direkayasa menggunakan kepintaran buatan (AI)(Sosial media X)

PERSONEL Kepolisian Sektor (Polsek) Gandus Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, mengamankan seorang kreator konten sekaligus penyebar foto rekayasa kepintaran buatan (AI) sosok pocong yang viral dan memicu keresahan masyarakat.

Kapolsek Gandus, AKP I Made Budi Harta, mengonfirmasi bahwa pelaku berinisial F namalain E, 24, seorang wirausaha asal Palembang, telah diamankan pada Senin (2/6/2026). Penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran terhadap konten nan memicu beragam spekulasi liar di media sosial.

"Kami telah mengamankan kreator konten nan viral tersebut hari ini. Setelah pemeriksaan dan klarifikasi, nan berkepentingan mengakui bahwa foto pocong nan beredar merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI," ujar AKP I Made Budi Harta di Palembang.

Motif Masih Didalami

Saat ini, F tengah menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polsek Gandus. Polisi berupaya mendalami motif utama di kembali pembuatan konten nan menghebohkan tersebut. Meski telah diamankan, status F hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka lantaran kepolisian tetap melakukan pendalaman perkara lebih lanjut.

AKP Made menjelaskan bahwa masifnya penyebaran foto tersebut di media sosial dan grup percakapan digital membikin banyak penduduk telanjur memercayainya sebagai peristiwa nyata. Hal inilah nan menyebabkan kepanikan meluas secara sigap di lingkungan masyarakat.

Imbauan Kepolisian:

Masyarakat diminta untuk lebih bijak dan jeli dalam menyaring info visual. Penting untuk melakukan verifikasi info sebelum menyebarkan konten di media sosial guna menghindari kegaduhan publik akibat info hoaks.

Menanggapi kejadian ini, Camat Gandus, Jufriansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta penduduk untuk tetap tenang sejak awal rumor ini berkembang. Ia menilai kejadian hoaks berbasis teknologi AI merupakan tantangan baru nan mulai sering terjadi di beragam wilayah.

Jufriansyah juga membujuk para pembuat konten di Palembang untuk lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. "Kami berambisi para pembuat menghasilkan karya imajinatif nan edukatif dan membawa manfaat, bukan justru menciptakan ketakutan di lingkungan masyarakat," pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi publik mengenai ancaman penyalahgunaan teknologi AI dalam menyebarkan info tiruan nan dapat mengganggu ketertiban umum. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia