Wali Kota Yogya Minta Polisi Usut Perusakan Makam Mertua Djaduk Ferianto

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (5/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meminta kepolisian mengusut kasus perusakan makam mertua mendiang seniman Djaduk Ferianto di pemakaman umum di wilayah Pakuncen, Kota Yogyakarta.

Diduga, pelaku merupakan ahli kunci makam tersebut.

"Saya berambisi kelak dari teman-teman di kepolisian juga bisa memproses ini secara profesional," kata Hasto ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (12/8).

Hasto mengatakan kudu ada pengaruh jera dalam kasus ini. Menurutnya tidak boleh ada perusakan makam dengan argumen apa pun.

"Karena kudu ada pengaruh jeranya," tegasnya.

"Sekali lagi saya membenci perusakan-perusakan nan dilakukan di makam, ya siapa pun nan melakukan (perusakan itu)," kata Hasto.

Makam mertua seniman mendiang Djaduk Ferianto di sebuah makam umum di wilayah Pakuncen, Kota Yogyakarta dirusak. Diduga pelaku merupakan ahli kunci makam tersebut. Foto: Dok. Petra

Menurut Hasto, retribusi makam umum biasanya hanya saat bedah bumi alias pemakaman saja. Menurutnya tidak boleh ahli kunci serta merta meminta uang.

"Ada bedah bumi aja. Ada aturannya kan, ada aturannya. Jadi tidak bisa serta-merta begitu. Kalau paling pas bedah buminya aja tapi. Nanti kita cek. Kalau memang ada laporan nan meminta alias pungutan nan tidak sesuai, bakal segera kita tindak," pungkasnya.

Adapun di dalam kasus ini diduga ada unsur pemerasan. Juru kunci nan memotong nisan itu disebut sengaja merusak agar family mencari dirinya dan memberikan sejumlah duit jasa perawatan makam nan biasanya diberikan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan