Wali Kota Jakarta Pusat: 707 Ribu Warga Dapat KJP dan 15 Ribu Terima KJMU

Sedang Trending 17 menit yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengungkap lebih dari 707.000 penduduk Jakarta mendapatkan support melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk lebih dari 15.000 warga.

Dia bilang Pemprov DKI Jakarta berkomitmen membangun Jakarta tidak hanya melalui pembangunan prasarana dan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.

"Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja, bukan hanya membangun bentuk bangunan-bangunannya saja, tetapi juga tentunya komitmen Bapak Gubernur untuk senantiasa memberikan support terhadap pembangunan manusianya," kata Arifin dalam sambutannya dalam aktivitas Jakarta Bersholawat di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

Dia menyampaikan support Pemprov DKI Jakarta di sektor pendidikan. Salah satunya melalui program KJP nan telah diberikan kepada lebih dari 707.000 penduduk Jakarta.

"Oleh lantaran itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan support dari sektor pendidikan. Lebih dari 707.000 penduduk Jakarta mendapatkan support Kartu Jakarta Pintar (KJP)," ungkapnya.

Selain KJP, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan support melalui KJMU. Arifin bilang, lebih dari 15.000 KJMU dialokasikan untuk penduduk Jakarta.

"Selain daripada Kartu Jakarta Pintar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan untuk nan dinamakan dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Lebih dari 15.000 KJMU dialokasikan untuk saudara-saudara kita," Jelas dia.

Arifin sempat menyinggung adanya anak-anak nan ijazahnya tetap tertahan di sekolah lantaran tidak mempunyai keahlian finansial untuk mengambilnya. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta turut memberikan support untuk persoalan tersebut.

"Bahkan kemudian ada rupanya saudara-saudara kita, anak-anak kita nan ijazahnya tertahan di sekolah-sekolah, tidak sempat diambil lantaran tidak punya keahlian finansial untuk melunasi untuk mengambil ijazah," pungkasnya.

Suasana aktivitas Jakarta Bersholawat di Monas, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Bantuan tersebut telah diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada lebih dari 6.000 anak nan ijazahnya tertahan.

"Alhamdulillah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan support lebih dari 6.000-an anak-anak kita nan ijazahnya dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Arifin.

Berbagai support tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memajukan kota melalui pembangunan manusia, khususnya melalui pendidikan.

"Ini komitmen bahwa untuk memajukan Jakarta kudu utamanya adalah manusianya dengan pendidikan," tutup Arifin.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan