Burung Ekek Keling Sunda Nyaris Punah akibat Perburuan Burung Master Kicau

Sedang Trending 16 menit yang lalu
Burung Ekek Keling Sunda Nyaris Punah akibat Perburuan Burung Master Kicau Burung Ekek Keling Sunda alias nan dikenal sebagai Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina).(Dok. Antara)

PENDIRI Taman Safari Indonesia (TSI), Tony Sumampau, mengungkapkan kondisi memprihatinkan mengenai populasi Burung Ekek Keling Sunda alias nan dikenal sebagai Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina). Satwa endemik asal Gunung Pangrango, Jawa Barat, tersebut sekarang dinyatakan nyaris punah di kediaman aslinya.

"Bisa dikatakan keberadaan burung ini sudah nyaris punah lantaran tidak bisa ditemukan lagi di Gunung Pangrango," ujar Tony dalam aktivitas Orientasi Wartawan Konservasi Satwa Liar (Owaka) nan digagas Forum Konservasi Satwaliar Indonesia (Foksi) di Cisarua, Bogor, Sabtu (22/8/2026).

Dampak Perburuan untuk 'Burung Master'

Tony menyayangkan kepunahan ini dipicu oleh maraknya perburuan liar. Burung Ekek Keling Sunda kerap diburu untuk dijadikan "burung master", ialah burung nan dipelihara unik untuk melatih alias memancing bunyi burung kicau lainnya.

Ironisnya, burung ini mempunyai tingkat stres nan sangat tinggi. Menurut Tony, ketika ditangkap dan dijadikan burung master, satwa ini sering kali mengalami stres berat nan berujung pada kematian singkat. "Burung ini stresnya sigap hingga nyawanya tidak lama setelah menjadi burung master," tegasnya.

Upaya Konservasi dan Pelepasliaran

Sebagai langkah penyelamatan, Taman Safari Indonesia saat ini tengah merawat empat pasang Burung Ekek Sunda nan didapat dari bantuan warga. Burung-burung tersebut telah melalui proses pengembangbiakan di penangkaran.

"Rencananya empat pasang Burung Ekek Sunda itu bakal dilepasliarkan kembali ke Gunung Pangrango," kata Tony.

Ia menambahkan bahwa Burung Ekek Sunda sebenarnya mempunyai potensi besar untuk menjadi maskot Jawa Barat, bersanding dengan Surili dan Macan Kumbang, mengingat asal-usulnya nan spesifik dari area Gunung Pangrango.

Ciri Khas 'Si Paruh Gincu'

Burung Ekek Sunda mempunyai karakter bentuk nan sangat mencolok dan indah, di antaranya:

  • Warna Tubuh: Hijau cerah nan dominan.
  • Wajah: Memiliki garis hitam di sekitar mata nan menyerupai topeng.
  • Paruh dan Kaki: Berwarna merah terang, sehingga dijuluki "si paruh gincu".
  • Ukuran: Memiliki panjang tubuh sekitar 32 sentimeter.

Habitat alami burung ini berada di rimba pegunungan alias dataran tinggi dengan elevasi antara 500 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di alam liar, mereka memangsa jangkrik, kecoa, ulat, hingga katak kecil.

Saat ini, status konservasi Cissa thalassina masuk dalam kategori terancam kritis (critically endangered) dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) lantaran jumlah populasinya nan sangat sedikit di alam liar. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia