Wakil Ketua RT: Korban Tewas saat Kebakaran Gambir Sembunyi di Kamar Mandi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua RT 18/01, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Afri (26) saat diwawancari mengenai kebakaran rumah padat penduduk, Jumat (5/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Wakil Ketua RT berjulukan Afri (26), mengungkapkan kejadian saat meninggalnya salah satu korban jiwa dalam kebakaran rumah di Jalan Citarum, RT 18/01, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6) pagi.

Afri menjelaskan, korban tewas berjulukan Cibuncia (60), diduga lantaran kondisinya nan telah lanjut usia dan tak memungkinkan untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

"Oh, dia lantaran emang lansia juga sih, orang udah lansia, udah umur, terus juga kakinya memang rada lumayan, apa, lemes lah. Untuk kayak gitu [lari] kan udah lemes banget dia. Jadi untuk menyelamatkan diri sendiri pun juga bingung," kata Afri saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (5/6).

Kondisi rumah penduduk nan terbakar di, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Afri menjelaskan, akses untuk menyelamatkan diri hanya satu lewat pintu depan. Sementara api merambat juga dari posisi nan sama. Sehingga menurutnya korban tidak memungkinkan untuk menembus api.

"Akses untuk keluar pintu rumah juga hanya satu, ke depan doang. Sedangkan posisi api itu semuanya ada di depan, nggak ada di belakang gitu," ujarnya.

Afri menjelaskan, korban akhirnya memutuskan untuk berlindung di bilik mandi. Namun perihal itu tidak dapat menyelamatkan nyawa korban.

"Jadi dia salah satunya paling menyelamatkan dirinya di bilik mandi. Bahwasanya nan ngumpet di bilik mandi juga belum tentu pasti selamat sih, lantaran kan namanya hawa panas, ketimpa apa reruntuhan dari gedung itu sendiri juga sih pengaruhnya," terang dia.

Kondisi rumah penduduk nan terbakar di, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Afri menuturkan, korban saat ini sudah dibawa ke RSCM untuk diautopsi dan disemayamkan.

"Sudah diautopsi, udah dibawa ke RSCM langsung. Pihak sana nan menangani langsung," pungkasnya.

Kebakaran ini melahap enam rumah dan menyebabkan 40 orang dari 10 family kudu mengungsi. Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 22 unit mobil pemadam dikerahkan ke letak untuk memadamkan api.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan