Jakarta - Polres Ogan Ilir menggelar Operasi Patuh Musi Tahun 2026. Operasi ini turut menggandeng pengemudi ojek online (ojol) hingga becak motor (bentor).
Menjelang penyelenggaraan Operasi Patuh Musi Tahun 2026, Polres Ogan Ilir menggandeng organisasi ojek online serta bentor melalui aktivitas BBK (Begesa Bersama Kapolres). Kegiatan tersebut berjalan di Kedai Kopi BBK, Ogan Ilir, Jumat (5/6/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan silaturahmi ini dipimpin langsung Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, didampingi Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda, KBO Sat Intelkam Ipda Emiudin, KBO Sat Lantas Iptu Ramon, Kanit III Sat Intelkam Aipda Ricky Prahartanto, serta dihadiri Ketua Ojek Online Indralaya, perwakilan bentor, dan para pengemudi ojek online.
Dalam suasana perbincangan nan santai, AKBP Bagus menyampaikan Operasi Patuh Musi 2026 bukan semata-mata bermaksud untuk melakukan penindakan. Akan tetapi, katanya, lebih jauh diarahkan sebagai upaya berbareng membangun kesadaran tertib berlalu lintas dan menekan nomor kecelakaan di wilayah Ogan Ilir.
"Terima kasih sudah hadir. Dua hari lagi kita mulai Operasi Patuh Musi 2026. Bapak-bapak ini setiap hari berada di jalan, lantaran itu kami ajak berbincang lebih dulu agar kita sama-sama aman," ujarnya.
AKBP Bagus juga menegaskan penyelenggaraan Operasi Patuh Musi 2026 bakal mengedepankan penindakan berbasis elektronik alias ETLE. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan kelengkapan kendaraan, khususnya tanda nomor kendaraan bermotor, tetap sesuai patokan dan mudah terbaca.
"Tahun ini 60 persen penindakan dilakukan melalui ETLE alias kamera. Sasaran utama salah satunya adalah pelat nomor. Jangan ditutup mika, jangan ditekuk, dan jangan menggunakan baut ragam nan menutupi angka. Kami tidak mencari-cari kesalahan, tujuan Operasi Patuh Musi ini adalah menekan nomor kecelakaan," ujarnya.
Dialog tersebut mendapat respons positif dari organisasi ojek online dan bentor. Ketua Ojek Online Indralaya, Dion, menyampaikan support terhadap penyelenggaraan Operasi Patuh Musi 2026. Menurutnya, penjelasan langsung dari pihak kepolisian membikin para pengemudi lebih memahami bahwa operasi ini bermaksud untuk keselamatan bersama.
"Kami mendukung tertib lampau lintas. Awalnya kami mengira bakal banyak razia nan menyulitkan saat bekerja, tetapi setelah diberikan penjelasan, kami justru senang. Kami siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ungkapnya.
Senada dengan itu, perwakilan bentor Indralaya juga menyampaikan apresiasi atas ruang perbincangan nan diberikan Polres Ogan Ilir. Ia menyebut, sebagian pengemudi selama ini tetap memerlukan pemahaman lebih lanjut mengenai patokan muatan dan kepantasan kendaraan.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres. Selama ini kami kadang tetap bingung soal patokan muatan. Ke depan kami berjanji bakal lebih tertib," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, KBO Sat Lantas Polres Ogan Ilir turut memberikan edukasi teknis kepada para pengemudi. Beberapa perihal nan menjadi penekanan antara lain tanggungjawab menggunakan helm SNI bagi pengemudi dan penumpang, tidak melawan arus, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, termasuk lampu rem nan kudu berfaedah dengan baik.
Melalui aktivitas BBK ini, Polres Ogan Ilir berupaya menghadirkan pendekatan kepolisian nan komunikatif, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Sosialisasi Operasi Patuh Musi 2026 tidak hanya diarahkan pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama.
(whn/imk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·