Ilustrasi(Dok Istimewa)
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong penguatan tata kelola museum dan galeri seni di Indonesia melalui skema pendanaan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, serta ekspansi kerja sama internasional.
Inisiatif tersebut disampaikan Ibas saat memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam kunjungan kerja ke National Gallery of Australia di Canberra, Australia, Jumat (16/10/2026). Kunjungan ini berfokus pada studi pengelolaan koleksi, sistem keamanan karya seni, hingga strategi literasi budaya bagi generasi muda.
"Sebagai personil parlemen, kita mempunyai tanggung jawab untuk memastikan diplomasi antara kedua negara melangkah dengan baik dan semakin kuat. Kita tidak datang hanya untuk menyapa sebagai negara tetangga, tetapi juga untuk memastikan kerja sama, kolaborasi, dan pertukaran pendapat terus berkembang," ujar Ibas melalui keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ibas menekankan bahwa operasional museum dan galeri seni tidak boleh berakhir setelah proses pembangunan bentuk selesai. Menurutnya, pembiayaan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk aktivitas konservasi, perawatan fasilitas, penelitian, hingga peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).
Oleh lantaran itu, dia mendorong terciptanya formulasi pendanaan nan elastis melalui kombinasi anggaran pemerintah, kemitraan swasta nan bertanggung jawab, serta support izin nan kokoh agar pengembangan museum tidak hanya berpusat di kota-kota besar.
"Menarik bagi kami untuk mempelajari gimana sebuah galeri nasional mengelola koleksinya, menjaga karya seni, mengembangkan pameran, serta membangun kerja sama dengan beragam lembaga di dunia. Pengalaman seperti ini krusial untuk menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan museum dan galeri di Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, Ibas menggarisbawahi bahwa museum kudu beralih bentuk menjadi ruang belajar nan interaktif bagi Generasi Z dan milenial. Pemanfaatan teknologi digital seperti pameran virtual dan katalogisasi modern dinilai efektif memperluas jangkauan edukasi wastra Nusantara maupun karya seni rupa lokal.
Sementara itu, Wakil Direktur Collection Management & Art Services National Gallery of Australia, Dr. Renée Joyce, menyambut terbuka kesempatan pertukaran pengetahuan dan kerjasama budaya dengan Indonesia dalam pengelolaan 155.000 karya seni nan mereka ampu. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·