Jakarta -
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, meminta Divisi Humas Polri (Divhumas) Polri untuk melakukan verifikasi terhadap info nan beredar di media sosial. Dedi meminta Divhumas Polri untuk memastikan masyarakat memperoleh info nan benar, akurat, dan dapat dipercaya.
Hal itu diungkapkan Dedi dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri 2026 di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Selasa (14/4). Dedi mengatakan, Divhumas Polri mempunyai peran nan krusial di tengah era disrupsi info dimana penyebaran hoax hingga disinformasi di ruang digital bisa lebih cepat.
"Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri datang bukan hanya untuk menyampaikan kabar, tetapi memastikan nan sampai ke masyarakat adalah kebenaran," kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berpendapat, info di media sosial menyebar dengan cepat. Sehingga menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan keresahan publik andaikan tidak diimbangi dengan verifikasi.
"Informasi nan salah bisa menimbulkan keresahan, tetapi info nan betul bisa menjaga ketenangan. Di situlah peran Humas menjadi sangat penting," jelas dia.
Dedi menambahkan, masyarakat rentan terpapar info nan menyesatkan hingga dapat memicu kepanikan hingga bentrok sosial. Untuk itu, Divhumas Polri mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan big info dan kepintaran buatan (AI).
Teknologi ini untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons rumor secara sigap dan akurat. Hal ini memungkinkan Humas Polri tidak hanya melakukan klarifikasi, tetapi juga mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sebelum berkembang luas di masyarakat.
Dedi berambisi Humas Polri dapat memegang peran dalam menjaga stabilitas info publik. Dia mau peran mereka tak sekadar kegunaan komunikasi institusi, melainkan bagian dari upaya negara melindungi masyarakat dari akibat negatif info nan tidak benar.
"Humas Polri kudu menjadi sumber info nan terpercaya, nan bisa meluruskan info dan menjaga kepercayaan masyarakat," kata dia.
(tsy/wnv)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·