Jakarta - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mengungkapkan, pihaknya bakal terus mengembangkan metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI nan relevan dan dekat dengan generasi muda. Salah satunya dengan metode nonton bareng (nobar) movie Teman Tegar Maira: Whisper from Papua (Maira).
"Kami memakai movie Teman Tegar Maira: Whisper from Papua (Maira) sebagai medium untuk menyosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan kepada generasi muda. Pada kesempatan ini, kami berambisi masukan dari para pendukung movie ini untuk pengembangan upaya ke depan," kata Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan nonton bareng (Nobar) movie Maira nan menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan masa depan, bakal terus dilakukan.
Hingga saat ini rangkaian nobar movie Maira sebagai bagian dari Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan telah dilakukan di sejumlah kota seperti Palu (Sulawesi Tengah), Kudus (Jawa Tengah), Jakarta (DKI Jakarta), Tangerang (Banten), dan Jember (Jawa Timur).
Kegiatan nobar nan dilaksanakan di sejumlah kota tersebut, tambah dia, telah menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa.
Melalui medium film, jelas Rerie, peserta diajak memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dengan pendekatan nan lebih kontekstual, reflektif, dan dekat dengan realitas nan mereka hadapi sehari-hari.
Menurut Rerie, pendidikan kebangsaan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan era agar bisa menjangkau generasi muda secara lebih efektif.
"Generasi muda tidak cukup hanya memahami Empat Pilar sebagai konsep normatif. Mereka perlu memandang gimana nilai-nilai tersebut datang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam langkah kita memandang dan menjaga lingkungan hidup sebagai ruang kehidupan bersama," ujar Rerie.
Film Maira, jelas Rerie, dipilih lantaran menghadirkan cerita mengenai hubungan manusia dengan alam, hutan, dan keberlanjutan kehidupan.
Dalam setiap aktivitas pemutaran movie dipadukan dengan pengantar mengenai Empat Pilar Kebangsaan, sesi refleksi, dan obrolan nan menghubungkan nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Kebangsaan tidak hanya berbincang tentang hubungan antarmanusia. Kebangsaan juga berbincang tentang gimana kita menjaga ruang hidup bersama. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga bangsa," tegasnya.
Sebab, jelas Rerie, beragam persoalan lingkungan nan terjadi saat ini pada akhirnya bakal diwariskan kepada generasi muda sebagai tantangan nan kudu mereka hadapi.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, keberhasilan menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa melalui program ini, menunjukkan bahwa pendekatan melalui movie dapat menjadi sarana nan efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
"Generasi muda, hari ini, bukan hanya pewaris masa depan bangsa. Mereka adalah generasi nan bakal menentukan apakah bumi nan kita tinggalkan tetap menjadi tempat hidup nan layak bagi generasi berikutnya. Karena itu, Generasi Pancasila kudu sekaligus menjadi Generasi Penjaga Bumi," tutur Rerie.
Pada kesempatan sama, produser movie Maira, dr. Chandra Sembiring mengungkapkan, sejumlah keterbatasan dihadapi mereka dalam penyebaran movie bertema sosial dan lingkungan nan sejatinya mempunyai konten nan relevan sebagai bahan edukasi masyarakat.
Chandra berupaya agar konten edukasi dalam movie dapat dinikmati lebih banyak kalangan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap masalah-masalah sosial dan lingkungan nan saat ini memasuki fase krisis.
Sementara itu Sutradara Anggi Frisca mengaku, sangat susah mencari produser nan mau membiayai pembuatan movie seperti Maira. Anggi berharap, movie karyanya bisa membangun kepedulian masyarakat mengenai gimana semestinya kita membangun hubungan manusia dengan alam dengan baik.
(anl/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·