Jakarta, CNN Indonesia --
Tifauziah Tyassuma alias master Tifa menceritakan serangkaian keheranan dirinya saat ditangkap dan ditahan abdi negara Polda Metro Jaya akhir pekan lampau hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan awal pekan ini.
Beberapa keheranan dirinya disampaikan dalam konvensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).
Pertama nan diungkapnya adalah ketika dia iborgol alias diikat mengenakan kabel ties saat bakal dilmpahkan ke Kejari Jakarta Selatna pada Senin (22/6) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Tifa juga mengaku heran kenapa dirinya dan Roy Suryo kudu dibawa lebih dulu dari RS Polri Kramat Jati ke Polda Metro Jaya, dan tidak langsung menuju ke Kejari Jaksel.
Sebagai informasi, setelah ditangkap oleh kepolisian pada Jumat (19/6) lalu, Tifa dan Roy kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan kesehatan. Namun, keduanya akhirnya dirawat inap lantaran untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya tetap stabil.
"Ngapain sih ke Polda lagi [dari RS Polri], kenapa enggak langsung saja, tapi ya sudah kita dibawa ke tahanan pakai baju oranye lagi ya sudah saya pake baju oranye. Jadi kemudian kami dari Polda sudah masuk lagi, untungnya enggak masuk sel lagi, tapi tetap di tahti," kata Tifa dalam konvensi pers didampingi kuasa hukumnya itu.
Singkat cerita, Tifa dan Roy kemudian dibawa ke Kejari Jaksel untuk proses pelimpahan tahap II dengan menggunakan mobil tahanan.
Di tengah perjalanan, kata Tifa, personil polisi nan mengawal mereka kemudian meminta dirinya dan Roy menggunakan borgol alias kabel ties.
"Ternyata mereka meminta saya untuk diborgol, di dalam mobil saya diminta untuk diborgol, sampai gini kenapa sih kudu diborgol, emang saya siapa, saya bukan penjahat, saya selama ini juga orang nan sangat tertib hukum. 'Ngapain pakai di ini, kenapa sih kalian kudu pakai drama-drama', saya bilang gitu," tutur Tifa.
"Saya nih, pakai baju oranye, saya seneng. 'Enggak apa-apa pakai, ya sudah biar kalian seneng', saya bilang gitu kan. Sekarang borgol ngapain sih. 'Sudah lah dok, please dok please, dok pakailah borgolnya dok'. Seperti itu, ya sudah saya ikuti saja biar drama mereka sempurna," sambungnya.
Diketahui, Roy dan Tifa tiba Kejari Jaksel sekitar pukul 09.43 WIB pada Senin lalu. Saat keluar dari mobil tahanan Roy terlihat menggunakan kemeja batik dan baju tahanan, sementara Tifa terlihat mengenakan kemeja warna hitam dan abu serta baju tahanan.
Keduanya juga terlihat keluar dari mobil tahanan dengan menggunakan kabel ties warna merah di tangan mereka.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah melimpahkan Roy dan Tifa beserta peralatan bukti dalam kasus tudingan piagam Jokowi ke Kejari Jaksel pada Senin (22/6).
Setelah proses pelimpahan tahap II itu, Kejari Jaksel memutuskan untuk tidak menahan Roy dan Tifa. Namun, keduanya kudu wajib lapor satu kali dalam seminggu.
Kajari Jaksel Marcelo Bellah mengatakan membeberkan persidangan terhadap Roy dan Tifa dalam perkara ini bakal digelar Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Namun, dia tak mengungkapkan soal argumen kenapa persidangan terhadap Roy dan Tifa digelar di PN Jaktim.
Marcelo hanya menyampaikan proses persidangan bakal digelar sesegera mungkin. Sebab, kata dia, kasus ini masuk dalam kualifikasi perkara penting.
Teranyar, Kejari Jaksel juga telah melimpahkan berkas perkara Roy Tifa ke PN Jaktim pada Selasa (23/6) kemarin sekitar pukul 14.45 WIB.
Pelimpahan ini berasas keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 114/KMA/SK.HK2.2/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Roy dan Tifa.
"Bahwa selanjutnya, Penuntut Umum menunggu agenda sidang nan bakal ditetapkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur," ucap Kasi Intel Kejari Jakarta Timur Yogi Sudharsono.
[Gambas:Youtube]
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·