Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman mengapresiasi pengungkapan upaya penyelundupan narkoba jenis ketamin melalui jalur laut. Pengungkapan ini dilakukan setelah kepolisian menggerebek puluhan sarang narkoba di beragam wilayah Tanah Air.
"Saya sangat mengapresiasi penindakan ini, membuktikan kesungguh-sungguhan Kapolri, Bea Cukai, TNI, dan BNN untuk memerangi penyalahgunaan narkoba," ujar Akbar dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Akbar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak nan terlibat, khususnya Polri, TNI, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pemerintah wilayah nan bekerja sama dalam operasi penangkapan para penyelundup tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu, pembongkaran penyelundupan ini tentu tak lepas dari kerjasama semua pihak, termasuk juga laporan masyarakat nan resah dengan peredaran narkoba di negeri kita," kata Akbar.
Lebih lanjut, Akbar mengatakan pengungkapan upaya penyelundupan tersebut telah menyelamatkan ribuan orang dari penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut persoalan penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Ini sesuai dengan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo, 'memperkuat reformasi politik, norma dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba'," kata Akbar nan merupakan senator dari Sulawesi Tengah itu.
Dalam pengungkapan kasus ini, tim campuran Polri, Bea Cukai, BNN, dan TNI mengamankan delapan awak kapal MT Global 168. Mereka terdiri atas tujuh penduduk negara Indonesia (WNI) dan satu penduduk negara asing (WNA). Kapal tersebut sekarang diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Direktur Jenderal Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama menyampaikan apresiasi kepada Polri dan BNN atas pengungkapan penyelundupan ketamin seberat 1,16 ton tersebut. Ia mengatakan kasus narkotika di perairan Sumatera Utara itu menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah bentuk nyata kesungguhan kita semua, abdi negara TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah. Alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup nan sangat jahat nan mau menghancurkan anak bangsa kita," kata Kapolri dalam konvensi pers berbareng Bea Cukai dan BNN.
Kapal nan diduga digunakan oleh pelaku dari Malaysia itu diketahui mengibarkan bendera Mongolia. Nama kapal juga diubah untuk mengelabui petugas.
Kapolri mengatakan kapal tersebut mulai dicurigai berasas pemantauan intelijen terhadap pergerakan tidak biasa di Selat Malaka sejak Agustus 2026. Pemantauan terhadap kapal itu dilakukan dalam waktu nan cukup lama sebelum upaya penyelundupan sukses diungkap.
(akd/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·