Waka Komisi III DPR Dukung Kolaborasi Polri-PPATK Berantas Judol

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

PPATK memastikan terus mendukung Bareskrim Polri dalam pemberantasan pertaruhan online (judol), termasuk melacak aliran biaya sindikatnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Judol segera dimusnahkan.

Awalnya, Sahroni memberi apresiasi atas upaya Polri dan PPATK. Terlebih, kata dia, dalam melacak aliran biaya judol.

"Saya apresiasi kerja PPATK dan Polri nan selama ini sukses menekan perputaran duit judol secara signifikan. Dari sekitar Rp359,8 triliun pada 2024, sepanjang 2026 ini sudah turun menjadi sekitar Rp86 triliun. Tapi jangan sigap puas dan jangan kendor. Rp86,8 triliun itu tetap nominal nan sangat banyak, itu duit masyarakat," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan korban dari judol sangat banyak. Menurutnya, banyak family nan hancur lebur lantaran terjerat judol.

"Korban dari judol ini juga tidak main-main, banyak family hancur lantaran terlilit utang pinjol, orang stres, belum lagi adiksinya nan sangat susah disembuhkan, jadi memang judol ini kudu betul-betul musnah. Bukan hanya lantaran haram, tapi juga kerugiannya nan tidak terhitung baik moriil maupun materiil," ujar dia.

Lebih lanjut, Bendum DPP NasDem ini juga menilai PPATK-Polri bakal terus memainkan peran krusial dalam membongkar jaringan judol melalui penelusuran transaksi keuangan. Sehingga, dia berambisi kedua lembaga bisa lebih galak memberantas judol.

"Apalagi kelak dalam pembahasan RUU Perampasan Aset, bandar judol ini menjadi salah satu sasaran nan disasar. Jadi PPATK dan Polri bakal memainkan peran nan sangat krusial ke depan. Karena kejahatan ini sudah terstruktur dan perputaran uangnya sangat masif, ini jelas merusak kehidupan ekonomi masyarakat. Jadi pemberantasannya betul-betul kudu makin galak, dan nan paling penting, betul-betul memutus rantai bisnisnya," tegas Sahroni.

PPATK sebelumnya memastikan bakal mendampingi interogator melacak aliran biaya sindikat gambling online.

"Kami dari PPATK selama ini sudah banyak sekali bekerja-sama dengan teman-teman interogator dan sudah memberikan banyak hasil kajian serta support mengenai dengan penanganan," kata Direktur Strategi dan Kerja Sama Dalam Negeri Yuliani dalam bertemu pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).

Yuliani menegaskan bahwa ke depan PPATK bakal terus berkedudukan aktif sebagai sektor terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian duit (TPPU) nan berasal dari aktivitas terlarangan seperti gambling online.

"Ke depan kami berkomitmen sebagai leading sector dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian duit bakal selalu berkedudukan aktif gimana bisa mendampingi dan bersama-sama penyidik, sehingga setiap penanganan perkara nan bisa kami berkedudukan di situ bisa kami tampil secara maksimal," tegasnya.

(maa/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News