Wabup Lebak Ungkap 500 ASN Terlibat Judol, Ancam Beri Sanksi Tegas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lebak -

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengungkap 500 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak diduga bermain judi online (judol). Data itu terungkap dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"PPATK menyampaikan ada 500 orang ASN nan terlibat gambling online di Kabupaten Lebak," kata Amir Hamzah dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Amir mengaku tetap belum mendapatkan info komplit mengenai ASN Lebak nan bermain judol. Dia mau mengetahui info lengkapnya, termasuk alamat rumah ASN Lebak nan terlibat judol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mau datanya jelas, siapa namanya dan alamatnya di mana, agar tidak jadi fitnah. Kita mau lihat datanya langsung lantaran info transaksi itu tidak bisa dibohongi," ucapnya.

Dia juga bakal membentuk satuan tugas (satgas) untuk menindaklanjuti laporan PPATK tersebut. Satgas ini nantinya bakal bekerja untuk memverifikasi keterlibatan ASN Lebak.

"Kita sedang membentuk Satgas. Dari info PPATK itu kelak bakal terlihat mana nan memang pemain sering, alias mungkin ada nan hanya menjadi korban lantaran HP-nya dicuri. Kita bakal pilah-pilah secara bijak dan sesuai aturan," ujarnya.

Amir menilai judol merupakan corak penipuan dan sangat merugikan diri sendiri serta keluarganya. Dia mengingatkan ada hukuman tegas bagi para ASN nan sudah kecanduan main judol lantaran bisa menjurus pada tindak pidana korupsi.

"Judi online ini sebenarnya penipuan, nan menang itu dibohongi. Tidak ada orang nan kaya raya lantaran gambling online, nan ada justru jadi korban. Jika ASN sudah terlibat, dampaknya bisa menjurus ke korupsi demi menutupi kekalahan, serta merusak keutuhan rumah tangga," kata Amir.

"Penanganannya kudu multidimensi. Kita bakal klasifikasikan tingkat keterlibatannya. Terkait hukuman tegas, kita bakal lihat patokan nan bertindak bagi ASN, nan jelas praktik ini melanggar hukum," tambahnya.

Lebih lanjut, dia membujuk kepada semua pihak agar menghentikan dan tidak terjerumus pada aktivitas judol. Sebab, kata dia, judol bisa berakibat buruk.

"Segera hentikan bermain gambling di HP. Ingat keluarga, ingat masa depan diri sendiri dan ingat orang tua. Jangan sampai gambling online ini menjadi pintu masuk menuju kehancuran dan persoalan baru di tengah masyarakat," pungkasnya.

(fas/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News