Bauran Energi Baru Terbarukan RI Baru Capai 17,3% di Semester I-2026

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran daya baru terbarukan (EBT) mencapai 17,3% pada semester I-2026 ini. Capaian tersebut tetap berada dalam rentang sasaran rancangan strategis nasional nan ditetapkan sebesar 17-21%.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa porsi daya hijau di dalam pasokan daya nasional tersebut sempat menyentuh nomor 18,3% pada triwulan pertama tahun ini.

"Dan dalam perihal ini kami dapat laporkan Bapak tentang capaian daya baru terbarukan nan saat ini ada itu jika kita memandang dari capaian daya mix nasional itu baru mencapai 17,3% di semester ini," kata Eniya dalam aktivitas The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, Rabu (2/9/2026).

Porsi bauran daya tersebut terbagi ke dalam sektor kelistrikan dan non-listrik nan didominasi oleh pemanfaatan bioenergi. Pada sektor pembangkit listrik, bioenergi menyumbang 4,19%, tenaga air 2,69%, panas bumi 1,84%, tenaga surya 0,51%, dan tenaga bayu sebesar 0,06%.

"Kalau kita perhatikan di sini ini nan paling besar adalah bio. Jadi sumber daya di Indonesia nan paling mempunyai share terbanyak adalah bioenergi," ujarnya.

Untuk sektor non-listrik, penggunaan FAME biodiesel menempati ranking pertama dengan kontribusi 5,01% diikuti oleh biomassa sebesar 2,82%. Pemerintah mengandalkan program B50 untuk memperkuat kemandirian daya nasional sehingga Indonesia tidak lagi melakukan impor solar jenis CN 48.

"Ini rekor dunia. Jadi tidak ada bumi nan mencapai 50% dari campuran ini. Kalau kita bandingkan Malaysia itu baru saja mengumumkan B20 sebelumnya B15 terus. Lalu di Eropa itu 7%," imbuhnya.

Kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional secara akumulatif saat ini telah mencapai 16,32 Giga Watt (GW), meningkat dari posisi 12 GW pada tahun 2021. Eniya menilai tren investasi di sektor EBT terus mengalami kenaikan meskipun pertumbuhannya tetap tergolong landai dibandingkan sasaran jangka panjang.

"Ini menunjukkan investasi memang naik tetapi tetap tergolong landai. Nah ini perihal nan pasti kita perlu perhatikan sehingga gimana langkah mencapai sesuai RENSTRA," tambahnya.

Untuk mengejar sasaran bauran daya sebesar 30% pada tahun 2034, pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek strategis termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW. Selain itu, pemerintah mulai membuka lelang serentak di 14 letak panas bumi dengan sasaran kapabilitas sebesar 732 Megawatt untuk menarik lebih banyak investasi.

"Semoga transisi daya ini melangkah dengan sigap dan kerjasama dari stakeholder kami sangat menunggu untuk menunjukkan Indonesia bisa berdikari energi," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News