Voyager 1 Bakal Cetak Sejarah: Berjarak 1 Hari Cahaya dari Bumi November 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Voyager 1, wahana luar angkasa milik NASA. Foto: NASA/JPL-Caltech

Voyager 1 siap mencetak sejarah baru. Wahana antariksa milik NASA itu, nan saat ini menjadi objek buatan manusia terjauh nan pernah dikirim ke luar angkasa, bakal mencapai tonggak luar biasa dalam beberapa bulan ke depan dengan terbang sejauh 1 hari sinar dari Bumi alias sekitar 25,92 miliar kilometer.

Dilansir IFLScience, tim misi Voyager telah mengonfirmasi bahwa momen berhistoris tersebut diperkirakan terjadi pada 18 November 2026. Pada titik itu, Voyager 1 resmi menjadi wahana pertama dalam sejarah nan mencapai jarak sejauh satu hari perjalanan cahaya.

Voyager 1 dan kerabat kembarnya, Voyager 2, hingga sekarang tetap menjadi satu-satunya wahana buatan manusia nan sukses memasuki ruang antarbintang (interstellar space), ialah wilayah di luar heliosfer, gelembung pelindung nan dibentuk pengaruh Matahari di tepi Tata Surya.

Jarak satu hari sinar berfaedah sinyal dari wahana memerlukan waktu setidaknya 24 jam untuk mencapai Bumi. NASA menjelaskan bahwa lantaran baik Bumi maupun Voyager terus bergerak, momen ketika sinyal betul-betul memerlukan tepat 24 jam bisa sedikit berubah. Namun, kalkulasi saat ini menunjukkan tonggak tersebut bakal tercapai pada Rabu, 18 November 2026 pukul 02.16.07 PST alias 10.16.07 UTC.

Tempuh 1 Hari Cahaya pada November 2026

Tanggal 18 November 2026 diprediksi menjadi hari berhistoris bagi eksplorasi antariksa. Beberapa bulan lalu, mereka terpaksa mematikan salah satu instrumen ilmiah demi menghemat daya. Saat ini, NASA juga tengah menyiapkan langkah teknis nan cukup ambisius untuk memperpanjang usia operasional Voyager 1 dan Voyager 2.

Sulit untuk tidak menganggap Voyager sebagai salah satu misi paling ikonik dalam sejarah. Wahana ini telah berada di luar angkasa nyaris sepanjang hidup banyak generasi saat ini. Dan kini, manusia bakal segera menyaksikan objek ciptaannya sendiri menembus jarak satu hari cahaya, rekor kosmik nan nyaris susah dibayangkan.

Ilustrasi tata surya. Foto: mkarco/Shutterstock

Voyager 1 dan Voyager 2 sendiri diluncurkan pada 1977. Hampir separuh abad kemudian, keduanya tetap terus mengirimkan info dan memberikan gambaran tentang wilayah kosmos nan belum pernah dijelajahi manusia.

Dalam perjalanan menuju wilayah luar Tata Surya, Voyager 1 sempat melintasi Jupiter dan Saturnus. Sementara Voyager 2 mengambil rute berbeda dan hingga sekarang menjadi satu-satunya wahana nan pernah mengabadikan Uranus dan Neptunus dari jarak dekat.

Voyager 1 kemudian menjadi objek buatan manusia pertama nan memasuki ruang antarbintang pada 2012, disusul Voyager 2 pada Desember 2018. Sampai sekarang, kedua wahana tetap bisa berkomunikasi dengan Bumi.

Kendati begitu, demi menghemat energi, sebagian besar instrumen ilmiah telah dimatikan, termasuk kameranya. Foto terakhir nan diambil Voyager 1 adalah gambar legendaris Pale Blue Dot pada Hari Valentine 1990, 36 tahun lalu.

Dalam waktu dekat, ketika Voyager melampaui jarak satu hari cahaya, komunikasi dengan wahana bakal menjadi semakin menantang. Sepanjang beberapa tahun terakhir, beragam gangguan teknis sempat terjadi. Namun, tim misi terus sukses mencari solusi dan memperbaiki mesin berumur nyaris 50 tahun nan sekarang beraksi di ruang antarbintang.

Jadi “Duta Diam” Manusia di Kosmos

Ilmuwan proyek Voyager, Dr. Linda Spilker, mengatakan perjalanan Voyager belum bakal betul-betul berhujung meski suatu saat kelak wahana berakhir mengirim sinyal. Dalam sekitar 40.000 tahun ke depan, masing-masing Voyager diperkirakan bakal melintas relatif dekat dengan bintang lain.

Ilustrasi Voyager 1, wahana luar angkasa milik NASA. Foto: NASA/JPL-Caltech

Kami tidak tahu apakah bintang-bintang itu mempunyai planet, apalagi kehidupan. Tapi itu menjadi kesempatan bagi kita untuk mengirim pesan dalam botol ke kosmos.”

- Dr. Linda Spilker, intelektual proyek Voyager -

Pada 15 November mendatang, Voyager 1 diperkirakan berada sekitar 25,9 miliar kilometer dari Bumi, jarak nan memerlukan lebih dari 24 jam bagi sinar untuk menempuhnya. NASA menjelaskan bahwa meskipun Voyager telah lama keluar dari pengaruh Matahari, perjalanan menuju bintang lain tetap sangat panjang.

“Butuh 35 tahun untuk mencapai ruang antarbintang, tetapi Voyager 1 baru bakal lebih dekat ke bintang AC +79 3888 dibanding Matahari dalam 40.000 tahun,” tulis NASA.

Alih-alih menuju Alpha Centauri—bintang terdekat saat ini— Voyager justru diperkirakan bakal melintas hingga sekitar 1,7 tahun sinar dari Gliese 445 dalam puluhan ribu tahun mendatang.

Namun sebelum itu terjadi, ada satu momen nan jauh lebih dekat sekaligus emosional: ketika Voyager akhirnya berakhir berbincang dengan Bumi. Kendati begitu, Spilker mengingatkan bahwa warisan Voyager tetap bakal terus berjalan.

“Misi Voyager betul-betul ikonik. nan paling saya sukai adalah keduanya membawa piringan emas (Golden Record). Di dalamnya ada gambar-gambar Bumi, suara-suara kehidupan, sekitar seratus foto, dan salam dalam beragam bahasa,” ujarnya. “Ketika Voyager tak lagi bisa berkomunikasi dengan Bumi, mereka bakal menjadi duta tak bersuara kita.”

Voyager 1 pada akhirnya menjadi pengingat tentang apa nan bisa dicapai manusia. Mungkin manusia jauh dari sempurna. Namun tetap terasa luar biasa bahwa jenis nan berevolusi dari Afrika jutaan tahun lampau sekarang sukses mengirim sebuah wahana nyaris sejauh satu hari sinar dari rumahnya sendiri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan