Dubes China Bilang Negosiasi Utang Kereta Cepat RI Berjalan Lancar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengungkapkan bahwa negosiasi utang dengan pihak Indonesia mengenai Kereta Api Cepat berjalan dengan banget baik.

Dirinya terus menjalin kontak erat dengan pihak-pihak mengenai dan kementerian di Indonesia dan mengaku semua melangkah dengan baik.

Saat dikonfirmasi mengenai kesepakatan nan sudah dicapai dengan pemerintah Indonesia, Wang mengatakan tidak bisa mengungkapkan secara perincian perjanjian tersebut, namun tetap menegaskan bahwa terlaksana dengan banget baik.

"Tidak mungkin untuk mengungkapkan perincian apa pun soal diskusi. Tetapi semuanya berada di jalur nan benar," ujar Wang kepada pewarta saat ditemui di sela aktivitas China-Indonesia Think-Thank and Media Forum 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dubes China tersebut juga mengatakan bahwa dalam soal KCIC, pemerintah China tidak meminjamkan duit secara langsung ke Indonesia, namun pemerintah China memberikan pinjaman ke Bank Pembangunan China untuk dipinjamkan dalm pembangunan kereta sigap Woosh.

"Itu bukan utang. Itu adalah duit nan kita utangkan kepada bank pembangunan (Bank Pembangunan China) nan meminjamkan duit kepada Woosh," ujarnya.

Pada 2021 silam, Presiden Direktur PT KCIC saat itu Dwiyana Slamet Riyadi menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung didanai lewat skema upaya ke upaya (b2b) nan salah satunya berasal dari pinjaman biaya dari China Development Bank.

"Dijelaskan, dalam proyek ini, pinjaman modal luar negeri berasal dari China Development Bank sebesar 75 persen," dikutip dari siaran pers KCIC.

Adapun pada pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa memastikan proses restrukturisasi proyek kereta sigap Whoosh sudah diselesaikan dan segera diumumkan. Hal ini disampaikannya kepada Jurnalis setelah menghadiri aktivitas PT SMI, di Ayana Mid Plaza, Jakarta pada Rabu (22/4/2026).

‎"Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan," kata Purbaya kepada awak media dikutip Kamis (25/6/2026).

‎Purbaya pun tidak mau menjelaskan lebih rinci hasil restrukturisasi tersebut, Termasuk saat ditanya oleh pewarta mengenai nasib PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

‎"Nanti setelah diumumkan, setelah diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berkuasa mengumumkan sekarang ya," katanya saat ditanya wartawan apakah KCIC bakal di bawah Kementerian Keuangan.

Menkeu juga bercerita saat masa pembangunan terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) di masa lalu. Bahkan perihal ini dikeluhkan oleh pihak China lantaran dianggap tidak ada pengembangan, utamanya soal pembebasan lahan nan lamban.

‎"China itu bilang, waktu itu ya sekarang sudah diselesaikan, dulu enggak ada kemajuan katanya. Sudah dua tahun lahan nan dibebaskan baru 4 kilometer pada waktu itu. Ini kita ngomong era dulu ya. Terus saya tanya, Anda siapa nan handle program project-nya? Nggak ada, katanya jika kami ngadu ke BUMN dipingpong ke PU, pingpong lagi ke sana. Ya sudah ditarik kemari itu waktu itu diberesin sedikitlah pada waktu itu," jelasnya.

‎Namun, Purbaya kembali menegaskan bahwa proyek-proyek besar bakal diawasi dengan ketat, termasuk kereta cepat, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News