Jakarta -
Emiten Bakrie Group, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), memperkenalkan bus listrik 8 meter berjulukan ARJUNO dalam gelaran Mining Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Mobil ini telah digunakan oleh Laksana dan PT Bagong Dekaka Makmur untuk kebutuhan operasional di sektor pertambangan.
Direktur dan Chief Corporate Affairs VKTR, Indah P. Saugi menilai pelaku industri pertambangan memerlukan kendaraan nan rendah emisi. Di samping itu, industri juga perlu bekerja konsisten dengan mempunyai reliability nan baik serta mendorong efisiensi biaya.
"Dengan tingkat utilisasi nan tinggi, sektor pertambangan menjadi salah satu area nan menarik untuk mendorong elektrifikasi lantaran manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dalam operasional," ujar Indah dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ARJUNO merupakan bus listrik 8 meter dengan kapabilitas hingga 25 penumpang, baterai 210 kWh, dan bisa menempuh jarak hingga 350 kilometer (km). Pengisian daya DC hingga penuh hanya sekitar 90 menit, nan memungkinkan operator menyesuaikan waktu charging dengan pola dan agenda operasional armada.
"Kendaraan kudu bisa mengikuti ritme operasional dan memberikan keandalan nan dibutuhkan pengguna. Ini juga menjadi pembuktian bahwa kendaraan listrik komersial dapat dipertimbangkan sebagai pengganti nan kompetitif terhadap kendaraan konvensional, terutama ketika dilihat dari keseluruhan biaya dan kebutuhan operasionalnya," ungkap Direktur Utama Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo.
ARJUNO merupakan hasil kerjasama VKTR, Laksana Karoseri, dan operator untuk mendukung kebutuhan transportasi di area pertambangan. Penggunaannya menjadi bagian dari pengalaman VKTR dalam mengoperasikan kendaraan listrik di lingkungan tambang nan memerlukan daya tahan, keandalan, dan konsistensi operasional.
Selain bus listrik 8 dan 12 meter, VKTR juga mempunyai lini truk listrik 4x2 hingga 6x4 untuk kebutuhan logistik, pertambangan, dan industri, baik on-road maupun off-road. Seluruh kendaraan tersebut sepenuhnya dirakit di Magelang.
"Kami mempunyai pengalaman dalam memproduksi bus dengan beragam kebutuhan dan karakter operasional. Untuk aplikasi di area tambang, aspek seperti konfigurasi kendaraan, kapasitas, kenyamanan, hingga ketahanan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi dan pola operasional di lapangan," ujar Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman.
(ahi/ara)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·