Virus Mematikan Nipah Merebak, Setelah India Kini Thailand Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Virus Mematikan Nipah Merebak, Setelah India Kini Thailand Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara

Virus Nipah Merebak, Setelah India Kini Thailand Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Otoritas kesehatan Thailand memperketat pemeriksaan si airport internasional buntut adanya laporan virus Nipah nan diduga berasal dari India. Meski hingga sekarang belum ada kasus Nipah nan terdeteksi di Thailand, pemerintah mengambil langkah antisipasi nan cukup garang untuk melindungi masyarakat dan wisatawan.  

Pemeriksaan diperketat di beberapa airport utama seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket International Airport. Mereka konsentrasi pada penumpang nan tiba dari wilayah nan menjadi area akibat tinggi. 

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya virus ke dalam negeri. Dikutip thethaiger, Kamis (29/1/2026), langkah pemeriksaan nan diterapkan di airport misalnya:

- Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan perangkat scan untuk mendeteksi demam pada penumpang nan baru tiba
- Evaluasi kesehatan langsung di tempat untuk mereka nan menunjukkan indikasi nan mencurigakan
- Penumpang dari West Bengal juga diberi lembar info kesehatan (Health Beware Card) nan menjelaskan indikasi nan perlu diwaspadai dan langkah jika sakit setelah tiba di Thailand.  

Pemeriksaan ini mirip dengan protokol nan digunakan saat pandemi COVID-19. Menurut pejabat pemerintah Thailand, hingga sekarang belum ada kasus Nipah nan dikonfirmasi di negara tersebut. 

Namun lantaran virus Nipah dianggap sangat rawan dan tidak mempunyai vaksin alias pengobatan khusus, pengawasan pun makin diperketat khususnya pada pintu masuk internasional. 

Pemerintah juga memerintahkan departemen mengenai untuk terus memantau situasi, memperluas koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta memastikan sistem kesehatan siap jika diperlukan.  

Sebagai informasi, virus Nipah adalah penyakit zoonotik nan dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah (fruit bats) sebagai salah satu reservoir alami virus ini. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan nan terinfeksi alias melalui makanan nan terkontaminasi. 

Infeksi Nipah pada manusia dapat menyebabkan indikasi serius seperti demam tinggi, ensefalitis (radang otak), serta gangguan pernapasan. Karena tingkat kematian akibat jangkitan Nipah diperkirakan sangat tinggi dan belum tersedia vaksin alias pengobatan khusus, langkah pencegahan menjadi salah satu strategi utama nan dilakukan oleh negara-negara di kawasan.  

Sebelumnya India BBC merilis Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus virus Nipah sejak Desember lalu. Kementerian Kesehatan India menyatakan sekitar 196 orang nan melakukan kontak erat dengan pasien telah dilacak dan menjalani tes, dengan hasil negatif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com