Video nan memperlihatkan rombongan penduduk membawa seekor sapi mendaki Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan peristiwa tersebut merupakan kejadian pada 2025.
Dalam video nan dibagikan akun FB Explore Pendaki, terlihat sapi dibawa melalui jalur Torean. Dalam keterangan video disebutkan hewan tersebut disiapkan sebagai bahan makanan bagi 10 tamu dan 14 porter.
Namun, medan jalur nan berbatu, curam, dan cukup terjal membikin perjalanan sapi terhenti di area Cikararat alias Goa Susu. Rombongan kemudian menyembelih sapi di letak tersebut sebelum mengolahnya untuk dikonsumsi.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, membenarkan video nan beredar itu. Namun, dia menegaskan itu bukan rombongan pendaki. Peristiwanya juga terjadi pada 2025.
"Itu video lama, kejadiannya tahun lalu. Mereka bukan pendaki, tetapi rombongan nan mempunyai kepentingan ritual. Banyak juga masyarakat nan masuk area untuk aktivitas ritual, bukan untuk mendaki gunung," kata Budhy saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).
Budhy menegaskan BTNGR tidak memperbolehkan siapa pun membawa satwa ke dalam area Taman Nasional Gunung Rinjani tanpa izin resmi lantaran bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan area konservasi.
Menurut dia, patokan tersebut bermaksud menjaga kelestarian ekosistem serta mengatur aktivitas nan berangkaian dengan tumbuhan dan satwa di dalam area taman nasional.
"Sudah ada SOP nan mengatur tumbuhan dan satwa di dalam area taman nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, jalur nan dilalui rombongan membawa sapi merupakan jalur nan selama ini juga digunakan masyarakat untuk kepentingan ritual keagamaan alias budaya tertentu. Jalur itu berbeda dengan aktivitas pendakian wisata.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·