Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |16:31 WIB

Rupiah Jebol Dekati Rp18.100 per Dolar AS, Tertekan Isu Gubernur BI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah mendekati level Rp18.100 per dolar AS tertekan rumor Gubernur Bank Indonesia (BI) usai Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026), Rupiah melemah 74 poin alias 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS, dibandingkan penutupan Senin nan berada di Rp18.009 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah dinilai tak terlepas dari gejolak internal menyusul pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, sehingga potensi peningkatan akibat kebijakan serta kewaspadaan pasar terhadap transisi kepemimpinan tetap mengemuka.
"Ketidakpastian ekonomi dalam negeri usai pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak sempat direspons negatif oleh pasar lantaran dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian transisi kepemimpinan baru di tengah depresiasi rupiah, derasnya outflow biaya asing, serta potensi kenaikan suku kembang global," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Namun, kata Ibrahim, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar bakal komitmen bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan stabilitas sistem keuangan.
Dinamika kelembagaan di bank sentral sekarang membikin pelaku pasar beranjak menyoroti figur definitif nan bakal memimpin Bank Indonesia ke depan. Kepastian sosok ketua baru serta berjalannya proses suksesi secara mulus dianggap menjadi kunci utama dalam merawat kepercayaan penanammodal terhadap independensi kebijakan moneter nasional.
"Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada penunjukan Gubernur BI definitif nan sesuai angan pasar serta transisi kepemimpinan nan lancar untuk menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral. Terkait suksesi ini, kami menyerahkan sepenuhnya kepada sistem konstitusional dan peraturan perundang-undangan, seraya meyakini pemerintah bakal menetapkan figur terbaik nan mempunyai kredibilitas tinggi serta komitmen kuat terhadap stabilitas perekonomian," jelas Ibrahim.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·