Viral Rilis 160 File UFO Pentagon, Pakar Sebut Cuma Strategi Pengalihan Isu

Sedang Trending 22 jam yang lalu

loading...

Presiden Trump resmi merilis arsip rahasia penampakan UFO, namun para mahir menyebut rekaman tersebut kurang berbobot dan minim bukti teknologi luar angkasa. Foto: ist

AMERIKA - Dokumen rahasia mengenai kejadian anomali nan tidak teridentifikasi (UAP) alias UFO akhirnya dibuka oleh Presiden Donald Trump pada 8 Mei 2026. Namun isinya justru memicu perdebatan mengenai kualitas bukti nan dihadirkan.

Alih-alih menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa, publik justru disuguhi ratusan file lama dan rekaman video buram nan susah diverifikasi secara ilmiah.

Langkah Pentagon merilis info ini diklaim sebagai corak "transparansi nan belum pernah ada sebelumnya."

Namun, para analis memandang ada ketimpangan antara jumlah arsip nan banyak dengan kualitas info nan diberikan.

Data Teknis Perilisan Dokumen:

Viral Rilis 160 File UFO Pentagon, Pakar Sebut Cuma Strategi Pengalihan Isu

•⁠ ⁠Total File: Sekitar 160 arsip rahasia telah dideklasifikasi.
•⁠ ⁠Rentang Waktu: Mencakup laporan dari tahun 1947 hingga penampakan terbaru pada Januari 2024.
•⁠ ⁠Lokasi Penampakan: Indo-Pasifik (2024), Timur Tengah (2013, 2020), Uni Emirat Arab (2023), dan Irak (2022).
•⁠ ⁠Misi Apollo: Mencakup transkrip dan foto butiran dari misi Apollo 12 (1969) dan Apollo 17 (1972) di permukaan bulan.
•⁠ ⁠Rencana Lanjutan: Tranche arsip berikutnya diperkirakan rilis dalam 30 hari ke depan.

Mick West, analis kejadian anomali, memberikan kritik tajam terhadap kualitas rekaman tersebut. "Saya pikir nan kita lihat di sini adalah jumlah di atas kualitas. Videonya tidak menarik lantaran info di layar telah disensor (redaksi). Kita hanya memandang titik putih mini nan bergerak dan tidak bisa diidentifikasi lantaran ukurannya nan terlalu kecil," ujar West.

Perbandingan Kualitas Data: Dulu vs Sekarang

Perbedaan mencolok terlihat antara laporan pilot secara lisan dengan bukti visual nan ada:

Laporan Pilot: Seringkali mendeskripsikan teknologi canggih alias manuver nan tidak masuk akal.
Bukti Video: Seringkali tidak cocok dengan laporan pilot, hanya menampilkan objek jauh tanpa perincian teknis.
Penjelasan Alternatif: Astrofisika Harvard, Avi Loeb, menyebut bahwa objek pada foto Apollo mungkin hanyalah akibat tabrakan asteroid pada permukaan bulan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews